10 Pemain Gagal di Barcelona: Satu Musim, Buang-buang Dana?

Barcelona, raksasa La Liga, dikenal dengan sejarah panjang kesuksesannya. Namun, beberapa tahun terakhir, kebijakan transfer klub Catalan ini menuai banyak kritik. Masalah keuangan yang membelit

Redaksi

Barcelona, raksasa La Liga, dikenal dengan sejarah panjang kesuksesannya. Namun, beberapa tahun terakhir, kebijakan transfer klub Catalan ini menuai banyak kritik. Masalah keuangan yang membelit Barca membuat perekrutan pemain baru menjadi sangat hati-hati dan terukur.

Kondisi finansial yang sulit juga memaksa banyak pemain Barcelona untuk menerima pemotongan gaji. Puncaknya, kepergian Lionel Messi ke PSG, yang tak bisa dipertahankan karena keterbatasan dana.

Kegagalan Transfer Pemain Barcelona: Membuang-buang Uang?

Barcelona memiliki banyak pemain berbakat dengan harga selangit yang jarang mendapatkan kesempatan bermain. Ironisnya, meskipun pernah menerima dana transfer fantastis saat Neymar pindah ke PSG pada 2017, klub ini tetap terjerat utang besar.

Untuk mengurangi beban finansial, Barcelona terpaksa menjual beberapa bintang dan memangkas gaji pemain. Namun, sebelum krisis keuangan melanda, strategi pembelian pemain Barca juga sering dipertanyakan.

Daftar Pemain yang Hanya Bertahan Semusim di Camp Nou

Berikut adalah daftar pemain yang hanya bertahan satu musim di Barcelona sejak tahun 2002, menunjukkan beberapa keputusan transfer yang kurang tepat dan berujung pemborosan dana:

1. Juan Roman Riquelme (2002-2003)

Pemain Argentina ini didatangkan dengan harga sekitar 10 juta pounds dari Boca Juniors. Harapan tinggi penggemar pun mengiringi kedatangannya.

Namun, Riquelme hanya bertahan satu musim. Pelatih Louis van Gaal menyebutnya sebagai rekrutan bernuansa politik, dan akhirnya digantikan oleh Ronaldinho. Riquelme hanya mencetak enam gol dari 42 penampilan sebelum bergabung dengan Villarreal dan menorehkan prestasi gemilang di sana.

2. Mark van Bommel (2005-2006)

Datang dengan status bebas transfer dari PSV Eindhoven, Van Bommel tampil cukup baik dengan 36 penampilan dan meraih gelar La Liga.

Namun, kehadiran gelandang-gelandang lain seperti Xavi, Deco, Iniesta, dan Thiago Motta membuat Barcelona melepasnya ke Bayern Munich seharga 6 juta pounds.

3. Alexander Hleb (2008-2009)

Barcelona mengeluarkan 12 juta pounds untuk memboyong Hleb dari Arsenal. Namun, penampilannya mengecewakan dengan hanya 36 penampilan tanpa gol.

Setelah masa peminjaman di beberapa klub, Hleb mengakhiri kontraknya dan bergabung dengan Krylia Sovetov. Transfer ini jelas menjadi kerugian besar bagi Barcelona.

4. Dmytro Chygrynskyi (2009-2010)

Barcelona merekrut bek Ukraina ini seharga 25 juta pounds dari Shakhtar Donetsk. Namun, ia gagal bersaing di tim utama asuhan Pep Guardiola.

Chygrynskyi dijual kembali ke Shakhtar seharga 15 juta pounds, mengakibatkan kerugian 10 juta pounds bagi Barcelona.

5. Zlatan Ibrahimovic (2009-2010)

Transfer kontroversial ini melibatkan pertukaran dengan Samuel Eto’o, Alexander Hleb, dan uang tunai sekitar 42 juta pounds.

Ketidakcocokan Ibrahimovic dan Guardiola membuat sang pemain hanya mencetak 22 gol dari 46 penampilan sebelum dipinjamkan, lalu dijual ke AC Milan. Barcelona mengalami kerugian besar, sementara Eto’o meraih treble bersama Inter Milan.

6. Paulinho (2017-2018)

Barcelona membayar 36 juta pounds untuk Paulinho dari Guangzhou Evergrande. Keputusan ini mengejutkan karena Paulinho gagal di Tottenham dan tak sesuai dengan gaya bermain Barcelona.

Meskipun mencetak sembilan gol dan membantu Barcelona menjuarai La Liga, Paulinho kembali ke Guangzhou Evergrande setelah satu musim.

7. Malcom (2018-2019)

Perebutan Malcom dari AS Roma dengan harga 36 juta pounds merupakan transfer yang dramatis dan kontroversial.

Pemain Brasil ini hanya bermain 24 kali dan mencetak empat gol sebelum dijual ke Zenit Saint Petersburg dengan harga yang hampir sama. Meskipun Barcelona balik modal, transfer ini tetap dianggap aneh dan tidak efektif.

8. Yerry Mina (2018)

Barcelona membayar sekitar 12 juta pounds untuk Mina pada Januari 2018. Namun, ia hanya bermain enam kali sebelum dijual ke Everton seharga 30 juta pounds.

Barcelona meraih keuntungan 18 juta pounds dari transfer ini. Keuntungan ini relatif jarang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

9. Miralem Pjanic (2020-2021)

Pertukaran Arthur Melo dengan Pjanic dianggap sebagai keputusan yang merugikan Barcelona. Pjanic hanya bermain 30 kali dan tampil mengecewakan.

Ia dipinjamkan ke Besiktas dan diperkirakan akan pindah secara permanen. Sebaliknya, Arthur menjadi pemain kunci di Juventus.

10. Pierre-Emerick Aubameyang (2022)

Aubameyang mencetak 13 gol setelah bergabung pada Januari 2022. Namun, ia dijual ke Chelsea pada awal musim berikutnya, menghasilkan keuntungan 10,3 juta pounds untuk Barcelona.

Keuntungan ini cukup jarang didapat Barca dalam beberapa musim terakhir, menunjukkan sedikit perbaikan dalam manajemen keuangan klub.

Secara keseluruhan, daftar pemain di atas menunjukkan beberapa kesalahan manajemen transfer Barcelona yang berakibat pada kerugian finansial yang signifikan. Meskipun ada beberapa keberuntungan dalam penjualan kembali beberapa pemain, klub perlu mengevaluasi strategi transfer mereka untuk menghindari pengulangan kesalahan di masa depan dan membangun kembali reputasi finansialnya.

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar