Tolak Rayuan Pengusaha, Bobby Nasution Robohkan Bangunan di Atas Drainase

124
Wali Kota Medan Bobby Nasution saat menggelar sidak dan memerintahkan pembongkaran bangunan di atas drainase

garudaonline-Medan | Keseriusan Wali Kota Medan Bobby Nasution mengatasi banjir di Kota Medan tidak setengah-setengah.

Normalisasi drainase saat ini jor-joran dilakukan. Apa pun yang coba menghadang akan disikat.

Seperti bangunan di atas parit sulang saling di Jalan Sampali Lingk 5, Kelurahan Pandau Hulu, Kecamatan Medan Area, persis di depan Boutique Inn dan Kuphie.

Bangunan di atas drainse itu langsung dibongkar atas perintah Bobby. Pembongkaran dilakukan usai sidak ke lokasi, Sabtu (12/6/2021) siang.

Pembangunan lahan di atas drainase diperuntukan sebagai lahan parkir bagi pengunjung tempat usaha Boutique Inn dan Kuphie tersebut, jelas melanggar aturan dan tidak diizinkan.

Sampai di lokasi, Bobby langsung meminta para pekerja segera menghentikan pekerjaannya. Ketika ditanya, salah seorang pekerja mengatakan mereka ditugaskan pemilik usaha Boutique Inn dan Kuphie.

Mendengar hal itu, Bobby berjalan dan menyeberang menuju tempat usaha yang berada tepat di depan lahan yang berukuran sekitar 30 x 10 meter tersebut.

Kedatangan wali kota sontak membuat para pekerja terkejut. Wali kota pun menanyakan keberadaan pemilik usaha yang saat itu sedang tidak berada di tempat.

Bobby kemudian minta pekerja menelepon pemilik usaha diketahui bernama Alex tersebut. Saat terhubung melalui sambungan telepon, Bobby langsung bertanya kenapa membangun lahan di atas drainase.

“Pak Alex, kenapa membangun lahan di atas drainase? Ini menyalahi aturan. Hari ini juga harus dibongkar. Jika tidak, akan kita tindak tegas,” katanya.

Meski telah diminta bongkar, namun pemilik usaha terus berupaya bernegoisasi dan berdalih untuk membuat lahan parkir tersebut agar tidak menyebabkan macet.

Secara tegas Bobby mengatakan, tidak diperkenankan untuk membangun apa pun di atas drainase.

“Kalau bapak mau lanjutkan pembangunan, silahkan. Tapi, usaha bapak kita tutup dulu sementara,” tegasnya.

Namun, pemilik usaha masih mencoba merayu wali kota dan mengaku akan minta izin kepada lurah.

“Untuk apa bapak minta izin, karena memang tidak diizinkan. Sekali lagi saya katakan, tidak diizinkan. Segera bongkar dan akan kita awasi melalui perangkat wilayah,” tegasnya.

Selanjutnya, wali kota kembali lagi menuju lokasi lahan tersebut dan berdialog dengan Lurah Pandau Hulu II Zulfikar serta Kepling 5 Zulkifli, wali kota tampak kesal.

“Kenapa pembangunan ini terus berlanjut pak ? Harusnya kan bisa diawasi jangan sampai seperti ini. Bapak kan tahu, salah satu fokus tugas kita hari ini adalah pengendalian banjir melalui normalisasi, pembenahan dan perawatan drainase. Jika tertutup begini, gimana bisa kita menjalankan program dengan baik,” tegasnya.

Wali Kota pun minta agar lahan parkir tersebut segera dibongkar. Selain itu, pastikan seluruh material hasil pembongkaran diangkat dan tidak dibiarkan. Jika jatuh ke parit, harus dibersihkan.

Usai disidak wali kota, pekerja pun langsung mulai menghancurkan tembok bangunan dan dapat beberapa hari ke depan seluruhnya telah selesai dibongkar.(WAN)

Berita sebelumyaDelapan Kepala UPT Puskesmas di Jajaran Pemkab Langkat Dilantik
Berita berikutnyaKAI Luncurkan 2 Kereta Api Baru