Diduga Terkait Pemberitaan, Rumah Wartawan di Binjai Dibakar OTK

124
Tim Labfor Polda Sumatera Utara saat melakukan olah TKP

garudaonline-Binjai | Rumah salah seorang wartawan media cetak di Kota Binjai, Sabtu (13/6/2021) sekitar pukul 00.00 WIB dibakar orang tak dikenal.

Peristiwa sendiri terjadi saat pemilik rumah Sabarsyah alias Ucok Gondrong sedang asik menonton televisi.

Tiba-tiba terdengar seperti suara letupan api dari arah pintu depan rumah dan spontan membuat Ucok Gondrong bangun dan melihat ke arah pintu.

Dengan cepat api terus membesar dan membakar pintu, jendela, dua buah kursi serta kain jendela.

Dengan sigap Ucok Gondrong yang sudah tidak aktif menulis di media cetak ini melompat ke kamar dan membangunkan anak perempuan serta empat cucunya yang sudah tidur.

Dua orang cucunya dilarikan ke bagian belakang rumah, sedangkan anak perempuan serta dua orang cucu lainnya dikeluarkan dari jendela kamar.

Beruntung, warga sekitar dengan sigap membantu korban memadamkan api, sehingga api tidak sampai membesar dan menghanguskan seluruh rumah.

Menurut Ucok, peristiwa ini diduga merupakan aksi pembakaran dilakukan antek-antek preman yang tidak terima dengan pemberitaan di media cetak dilakukan anaknya sejak dua pekan terakhir.

Namun anehnya berita tersebut dibuat oleh anaknya, tapi mengapa rumahnya yang menjadi korban teror. Padahal, sang anak tersebut sudah tidak tinggal bersamanya lagi.

Ucok mengaku heran, aksi diduga merupakan aksi teror kepada anaknya terkait pemberitaan judi dan narkoba, tapi kok rumah saya yang menjadi sasaran.

Padahal kalau soal berita, itu kan ada jalurnya dan silahkan mereka buat laporan ke kantor media tempat anak saya bekerja atau laporkan ke Dewan Pers,” tegas wartawan senior itu.

Pasca pembakaran, Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumut langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan membawa beberapa alat bukti untuk penyelidikan lebih lanjut. (anora)

Berita sebelumyaMaksud Nunggu Pembeli, yang Beli Malah Polisi
Berita berikutnyaSinergitas dan Kekompakan Forkopimda Jatim Hadapi Covid-19 di Bangkalan