Pertemuan Pedagang Kecil : Tak Benar Keuchik Bandar Menyewakan Kios

132

garudaonline–Bireuen | Tgk M Yunus (Apa Noh) mewakili para pedagang kios di Jalan Listrik depan Kantor PLN Lama dalam pertemuan pedagang, Senin (14/6/2021.

Dia menyebutkan, terkait pemberitaan dilansir di salah satu media online yang menyebutkan kios tersebut disewakan bervariasi Rp4 sampai 5 juta/ unit sewanya harus melalui Keuchik Adnan itu tidak benar, apalagi disebutkan penyerahan uang sampah diserahkan melalui Keuchik Bandar Bireuen.

Yang benar Pak Keuchik Bandar Bireuen, Adnan Adam adalah orang tua mereka dan pembina.

Keuchik, tempat mereka mengadu bila ada masalah sebab Keuchik Adnan orangnya bijaksana dan sosialnya tinggi dan selalu peduli terhadap apa yang terjadi pada mereka.

Untuk itu, mereka sangat menyayangkan dan sesalkan informasi miring yang ditujukan kepada Keuchik Adnan Adam, karena beliau sangat peduli terhadap kami sehingga sangat kami kagumi atas kejujurannya.

“Janganlah gara-gara cendol menimbulkan sorotan miring terhadap Pak Keuchik,” tegas Tgk M Yunus di hadapan Keuchik Adnan dan Camat Kota Juang Drs Jalaluddin dan para pedagang di kios jualan cendol, pecal Tante Miing dan barang kelontong bervariasi, Senin.

M Yunus mewakili pedagang mengatakan, semuanya kesal atas adanya suara-suara sumbang yang tidak jelas terhadap orang yang telah membantu mereka dan itu adalah orang tidak bertanggungjawab menjurus fitnah, iri dan dengki.

Sementara itu, Keuchik Adnan menegaskan, dirinya selaku Keuchik tetap eksis melakukan pembinaan terhadap warganya secara ikhlas dan menginginkan seluruh warganya dapat meningkatkan pemberdayaan ekonomi.

Dengan begitu, mereka sejahtera dalam kehidupan. Namun ada suara suara sumbang terhadap dirinya itu memang suara iri dan dengki yang memang resiko sebab bila tidak ada risiko tidak ada rezeki.

Adnan mengakui, semua pedagang itu warganya yang selalu dilakukan pembinaan, tapi tidak pernah dirinya meminta uang dan jasa terhadap apa yang telah dilakukan.

Sebab, intinya dirinya mengharapkan semua warganya mencari rezki untuk menghidupi keluarganya dan hidupo sejahtera.

Menjawab pertanyaan terkait suara suara sumbang yang ditujukan kepadanya seraya tersenyum Keuchik menyebut, “Nyan Gara-gara Geureubak cindoi“ (Itu gara-gara gerobak cendol) yang pemilik Cendoi beberapa kali mengirim SMS meminta bantuan kepadanya.(Hera)

Berita sebelumyaPemerintah Desa Bandar Bireuen Salurkan BLT-DD Tahap VI
Berita berikutnyaGubernur Sumut Perpanjang PPKM Hingga 28 Juni