Jurnalis Binjai Aksi Damai Kecam Aksi Kekerasan Terhadap Pers

503
Para jurnalis di Kota Binjai saat menggelar aksi damai di Lapangan Merdeka

garudaonline-Binjai | Puluhan jurnalis Kota Binjai, menggelar aksi damai di Bundaran Lapangan Merdeka Binjai, Jalan Veteran, Kelurahan Tangsi, Kecamatan Binjai Kota, Rabu (23/6/2021).

Dengan mengenakan alat pengeras suara (toa) sembari membentangkan karton, sang orator dalam seruan aksi mengusung tema “Jangan Rampas Kebebasan Pers” terus menyuarakan tuntutannya.

“Kami yang tergabung dalam jurnalis Binjai, minta kasus pembakaran rumah rekan kami segera diungkap oleh aparat kepolisian,” tegas Irvan Purba, saat menyuarakan aksinya.

Hal sama disampaikan Ketua PWI Binjai 2014-2017 dan 2017-2020, Nazelian Tanjung. Dalam aksi damai itu, ia mendesak Polres Binjai segera mengungkap kasus dibakarnya rumah orangtua Syahzara Sopian dan Syahzara Solihin, keduanya merupakan wartawan media cetak Sumut.

“Tangkap pelaku sekaligus dalang dibalik aksi pembakaran rumah rekan kami di Binjai. Ini merupakan perbuatan bertentangan dengan hukum. Untuk itu kami meminta kepada Kapolres Binjai, agar segera menangkapnya,” tegas pria berkacamata ini.

Senada, Ketua PWI Binjai 2005-2008 dan 2008-2011 Muslim Ginting, juga mengecam perbuatan pelaku pembakaran rumah Sabarsyah, Wartawan Senior Kota Binjai, yang merupakan Orangtua dari Syahzara Sopian dan Syahzara Solihin.

“Kami minta aparat kepolisian segera mengungkap kasus ini. Ini merupakan perbuatan kriminal. Bila ada pihak tersinggung dalam isi pemberitaan, ada hak jawab bagi narasumber,” ungkap Muslim Ginting, sembari terus menyuarakan aksinya.

Tuntutan yang sama juga disuarakan Ketua PWI Binjai 2011-2014, Burhan Sinulingga. Selain meminta Kapolres Binjai menangkap pelaku pembakaran rumah Sabarsyah yang beralamat di Jalan Bantara Raya, Kelurahan Berngam, Kecamatan Binjai Kota, pada Minggu (13/6) lalu.

Pria berpostur tinggi ini juga mendesak Poldasu, untuk segera menangkap pelaku pembunuhan rekannya, Mara Salem Harahap, yang ditembak OTK tidak jauh dari rumahnya, yaitu di Pematang Siantar.

“Kalau dihitung dari sekarang, sudah dua minggu terbakarnya rumah rekan kami di Binjai dibakar OTK dan hingga saat ini belum terungkap. Belum tuntas kasus pembakaran rumah kami, rekan kami lainnya di Pematang Siantar (Mara Salem Harahap-red) malah ditembak OTK yang menyebabkan meninggal dunia,” beber Burhan.

Lebih jauh dikatakan Burhan, sebagai seorang jurnalis, seorang wartawan dalam menjalankan profesinya dilindungi UU 40/ 1999 tentang Pers. “Artinya, kami dalam menjalankan profesi dilindungi oleh Undang Undang,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Syahzara Sopian, korban terbakarnya rumah milik orangtuanya, mengecam dan mengutuk perbuatan biadab yang dilakukan oleh OTK.

“Perbuatan itu merupakan keji dan biadab. Untuk itu kami minta keadilan. Hal itu agar tidak menimpa kepada rekan rekan kami lainnya,” kata Sopian, seraya diaminkan rekan-rekannya.

Diketahui, sebelum rumah orangtua Syahzara Sopian dibakar OTK pada Minggu (13/6) lalu, pada Agustus 2020, rumahnya sendiri ditembaki OTK dan hingga kini belum terungkap juga.

Bahkan, rumah orangtuanya beralamat di Bantara Raya, Kelurahan Berngam yang dibakar OTK sekitar dua ekan lalu, sekira 15 tahun lalu juga pernah dibakar OTK.
“Ini sudah ketiga kalinya dan belum satupun yang terungkap,” urainya.

Aksi damai puluhan wartawan ini dijaga petugas kepolisian. Sembari berorasi, puluhan wartawan tersebut tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti menggunakan masker dan menjaga jarak. (anora)

 

Berita sebelumyaKepala Badan Litbang Kemendagri Apresiasi Inovasi Pemkab Sumenep
Berita berikutnyaPemkab Asahan Sosialisasi Gerakan Masyarakat Makan Ikan ‘GEMARIKAN’