Peringati HANI 2021, BNNK Binjai Beri Masyarakat Penghargaan Bidang P4GN

554
Kepala BNNK Binjai AKBP Suprayogi diabadikan bersama masyarakat yang menerima penghargaan bidang P4GN

garudaonline-Binjai | Memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2021, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Binjai memberikan sertifikat penghargaan kepada 10 orang yang berpartisipasi melakukan Program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Mengusung tema “Perang Melawan Narkoba (War On Drugs) di Era Pandemi Covid 19 Menuju Indonesia Bersih Narkoba (Bersinar), penghargaan diserahkan langsung Kepala BNNK Binjai, AKBP Suprayogi di Kantor BNNK Binjai, Senin (28/6/2021).

10 yang diberikan sertifikat penghargaan yakni Yayasan Rumah Sehat Harapan, Yayasan Mutiara Abadi Bangsa, Lurah Rambung Timur, Lurah Binjai Estate, Wak Ong, Mujianto, Tumingin, Sandi, Wahyudi, Januar, Arifin Matondang dan Benardi.

Kepala BNNK Binjai, AKBP Suprayogi mengatakan, dalam memperingati HANI BNNK Kota Binjai memberikan penghargaan kepada masyarakat yang berapartisipasi dalam melakukan P4GN.

“Sebelum memberikan penghargaan tadi dalam peringatan HANI kami juga mengikuti acara virtual dengan BNN Republik Indonesia,” ujarnya.

Suprayogi mengatakan, langkah strategis dilakukan BNNK Binjai dalam upaya perang melawan narkotika, yakni melakukan penyuluhan P4GN sampai ke tingkat lingkungan.

Lebih jauh Suprayogi menyebutkan, selain melakukan penyuluhan, BNNK Binjai juga membentuk agen pemulihan dan langsung dilatih BNN RI di Jakarta.

BNN Kota Binjai sudah mengirimkan empat orang membentuk agen pemulihan. Selain itu, bersama pemerintah kota juga membuat program Calon Pengantin (Catin) bagi pasangan yang akan menikah sehingga menghindari dari penceraian dini akibat penyalahgunaan narkoba.

Suprayogi menegaskan, pemberantasan narkoba bukan hanya tugas Polri dan BNN semua lapisan harus terlibat baik Forkopimda dan masyarakat.

“Masyarakat harus aktif melihat perkembangan anak-anaknya serta tidak boleh memberikan rumah mereka kepada bandar narkoba,” tegasnya.

Suprayogi menambahkan, lebih baik para pecandu narkoba direhabilitasi daripada dimasukkan penjara. Sebab, kalau dipenjara bisa lebih parah bergabung dengan para bandar.

Pihaknya lebih mengutamakan pencegahan dari pada penindakan, barang bukti di bawah 1 gram bisa dilakukan rehabilitasi. “Jadi, kita meminta pemerintah daerah untuk membuatkan tempat rehab,” pungkasnya.(anora)

 

Berita sebelumyaBelanda Hancur, Portugal Tergusur
Berita berikutnyaPenarik Betor Curi Besi Penutup Air di USU