Covid Masih Tinggi, Pembelajaran Tatap Muka di Sumut Ditunda

587
Wagubsu Musa Rajekshah saat memimpin rapat seputar rencana pembelajaran tatap muka

garudaonline-Medan | Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kabupaten/ Kota se-Sumut sepakat menunda pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas hingga Agustus mendatang.

“Hasilnya seluruh kabupaten/ kota yang ada di Sumut sepakat untuk menunda pelaksanaan PTM terbatas hingga Agustus mendatang,” ujar Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah, Rabu (30/6/2021).

Menurut Wagubsu, PTM terbatas ini ditunda dari jadwal yang diberikan Pemerintah Pusat yakni 12 Juli 2021. Ditunda bukan berarti sistem pembelajaran berhenti.

Sistem belajar tatap muka saja yang ditunda, sembari melihat perkembangan keadaan kesehatan dan perkembangan Covid-19 di wilayah-wilayah yang ada di Sumatera Utara.

“Perkembangan keadaan kesehatan dan perkembangan Covid-19 di wilayah-wilayah yang ada di Sumut, akan dipantau hingga Agustus nanti baru kita umumkan kembali,” kata Musa Rajekshah, akrab disapa Ijeck.

Ijeck menjelaskan, pembelajaran di tahun ajaran baru, serta penerimaan siswa baru akan tetap dilaksanakan dengan menerapkan sistem online dan pertemuan secara daring.

Sembari menunggu keadaan membaik, Ijeck juga meminta agar Dinas Pendidikan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Satgas Covid-19 Sumut, untuk memenuhi persentase vaksinasi pada tenaga pendidik.

Pendidikan tidak bisa berjalan sendiri, diharapkan Dinas Kesehatan pun bisa sejalan, begitupun Satgas Covid-19 di Sumut, harus terus melakukan pengawasan, mengawal vaksinasi terus bisa berjalan dan tidak terjadi klaster-klaster baru.

Untuk vaksin, Presiden Joko Widodo pun sudah memperbolehkan usia di atas 12 tahun untuk melakukan vaksin.

“Untuk itu, Sumatera Utara pun akan meminta tambahan jatah vaksin pada Pemerintah Pusat,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumut Syaifuddin mengatakan, untuk tenaga pengajar yang berada di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sudah mencapai 70% yang sudah divaksin.

Selebihnya belum divaksin karena memang tidak memenuhi syarat untuk diberikan vaksin. “Ada yang memang memiliki penyakit tertentu, atau ketika hendak divaksin dia sedang sakit,” ujarnya.

Dinas Pendidikan juga sudah membentuk tim, yang akan bertugas memberikan pengetahuan pada orang tua dan tenaga pendidik, tentang apa harus dilakukan saat pembelajaran di masa pandemi ini.

Nantinya tim tersebut juga akan melakukan evaluasi, apakah di bulan Agustus mendatang bisa diterapkan atau tidak PTM terbatas di Sumut ini.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Sumut Aris Yudhariansyah menjelaskan, saat ini penambahan jumlah kasus positif terpapar Covid-19 berkisar 100-200 orang.

“Walaupun penambahan kasus kita tinggi, tapi ketersediaan tempat tidur kita masih berada diangka 35%, artinya jika ditinjau dari jumlah Bed Occupancy Rate (BOR) kita masih berada pada zona hijau,” terangnya. (Nor)

Berita sebelumyaPPDB Online Kacau, Fraksi PKS DPRDSU Minta Gubsu Evaluasi Kadis Pendidikan
Berita berikutnyaBrimob Polda Sumut Semprotkan Disinfektan Skala Besar Tiga Rayonisasi