FITK UIN Sumatera Utara Gelar Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa

1109
Dekan FITK UINSU Dr Mardianto MPd didampingi panitia Dr Muhammad Rifa'i MPd diabadikan bersama peserta terbaik pada kegiatan pelatihan Manajemen Kepemimpinan

garudaonline-Medan | Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, menggelar pelatihan Manajemen Kepemimpinan Mahasiswa di Royal Suite Condotel, Rabu (30/6/2021).

Pelaksanaan pelatihan tersebut dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan (Prokes) yang sangat ketat, dengan menggunakan masker dan tetap menjaga jarak.

Acara pembukaan dihadiri Dekan Dr Mardianto MPd, wakil Dekan 1 Prof Dr Didik Santoso MPd, Wakil Dekan 2 Dr Marasamin MEd dan Wakil Dekan 3, sekaligus panitia pelaksana kegiatan pelatihan Dr Muhammad Rifa’i MPd.

Turut hadir para dosen muda serta sekitar 80-an mahasiswa perwakilan pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) di lingkungan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UINSU Medan.

Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UINSU Dr Mardianto MPd dalam sambutannya memaparkan, seorang pemimpin sejatinya memiliki tiga tipe.

Pertama, biasa membicarakan orang. Artinya dalam berkomunikasi kita dengan orang lain, kita hanya membicarakan orang. Hal ini menjadi kriteria berpikir paling rendah.

Kedua, orang yang berbicara tentang kejadian/ peristiwa. Artinya pada setiap komunikasi yang dibangun selalu berbicara tentang sesuatu dan peristiwa terjadi. Hal ini merupakan tingkat berpikir menengah.

Ketiga, orang yang membicarakan masa depan dan gagasan. Bahwa, komunikasi yang dibangun membicarakan bagaimana organisasi atau lembaga kita ini ke depan.

Bagaimana upaya yang bisa dilakukan untuk membangun masa depan bersama. “Hal ini merupakan tipe berpikir seseorang atau pemimpin tingkat tinggi,” ungkap Mardianto.

Untuk itu, pada prinsipnya konsep yang bisa kita ambil, bahwa seorang pemimpin yang mampu memimpin dipersilahkan.

Sedangkan, yang tidak mampu memimpin harus rela turun dan siap untuk dipimpin. “Kalau tidak mampu dipimpin, silahkan keluar jangan merusak,” tegas Mardianto.

Dalam hal ini, Mardianto menegaskan, kepemimpinan dalam Islam harus mengacu pada tipe kepemimpinan Nabi Muhammad SAW.

Yakni, memimpin dengan hati, yang dilandasi sifat siddiq, amanah, tabligh dan fathonah.

“Saat kita menjadi pemimpin hendaknya sudah selesai dari permasalahan pribadi, sehingga mampu membangun masa depan lembaga atau organisasi yang lebih baik ke depan,” kata Mardianto.

Sebelumnya, Ketua Panitia Dr Muhammad Rifa’i MPd melaporkan, kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya yang dilakukan FITK untuk meningkatkan pemahaman, pengetahuan serta skill mahasiswa dalam mencapai tujuan organisasi.

“Dengan demikian diharapkan dapat bermanfaat bagi para pengurus dan mahasiswa sebagai pemimpin masa depan, sehingga berdampak terhadap kemajuan fakultas kini dan masa mendatang,” kata Rifai.(UJ)

Berita sebelumyaWali Kota Amir Hamzah Lantik Sekda dan Kepala Bappeda Kota Binjai
Berita berikutnyaFuad Rinaldi : Roda Perekonomian Indonesia Makin Mengkhawatirkan