Dua Bocah Penderita Penyakit Kulit Langka Dirawat di RS Haji

122
Haikal dan Zakira

garudaonline-Medan | Dua bocah penderita kelainan kulit, Haikal (8) dan Zakira (3) mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan.

Keduanya dinyatakan menderita Epidermolisis Bulosa berdasarkan hasil pemeriksaan sementara yang dilakukan oleh tim dokter.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter spesialis anak dan spesialis kulit anak, keduanya didiagnosa menderita Epidermolisis Bulosa,” kata Direktur RSU Haji Medan, dr Rehulina Ginting, Senin (5/7/2021).

Dia menyebutkan, keduanya dirawat di ruangan Anisa. Penyakit Epidermolisis Bulosa ini adalah penyakit yang terjadi karena ada gangguan keratin dan kolagen pada kedua anak tersebut.

Pada kedua pasien ini terjadi gelembung yang mudah pecah jadi keratinnya itu yang terganggu.

Jadi, perekatan antar sel itu terganggu sehingga terjadi peregangan pada kulit, ada airnya di dalam kulit dan menggelembung itulah yang terjadi kelainan pada anak ini.

“Biasanya terjadi karena kelainan genetik, kita akan panggil dokter dari RSUP H Adam Malik, dan kita butuh konsultan alergi,” sebut Ginting.

Dalam hal ini pihaknya akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan akan melakukan penelusuran terhadap orang tuanya terkait apakah ada kelainan-kelainan yang dialami oleh turunannya zaman dulu.

Dikarenakan kedua orangtuanya tidak mengalami penyakit kulit ini. “Kita juga akan melakukan pengobatan simtomatik dan kita akan konsultasi dengan dokter spesialis alergi dan imunologi,” paparnya.

Mantan Kepala Puskesmas ini juga menegaskan, kasus seperti ini sangat jarang ditemukan dan untuk RS Haji sendiri baru menemukan kasus ini yang pertama kalinya.

Ini penyakit kulit langka, jarang sekali kasus ini ada. Dan pasien inipun hasil wawancara kita ke orangtuanya, mereka sudah berobat ke sejumlah rumah sakit di Medan.

“Sehingga nanti kita akan melihat lebih lanjut perkembangannya dan dalam waktu dekat kita akan lakukan terapi simptomatik terlebih dahulu,” katanya seraya menambahkan kondisi saat ini sebutnya kulit mereka saat ini terdapat luka dan pengecilan otot.

Dia melihat sudah terjadi pengecilan kaki, kukunya merapat tertarik oleh ototnya. “Kakinya ini menjadi masalah yang mengakibatkan susah berjalan padahal anak seusianya harusnya sedang aktif bergerak,” katanya.

Pada lukanya jika tersenggol akan sakit dan mudah berdarah. “Sementara ini kita nyatakan penyakit ini tidak menular karena ini penyakit genetik,” ujarnya.

Untuk penyakit genetik terbilang susah mendeteksinya, pihaknya harus memeriksa dulu kromosom orangtuanya.

Sementara itu, salah satu pasien ini yakni Haikal akan mendapatkan pengobatan khusus, karena harus diperbaiki asupan gizinya. (Nor)

Berita sebelumyaPolres Labuhanbatu Ringkus Pengedar Sabu
Berita berikutnyaBupati Pimpin Apel Gabungan Jajaran ASN Pemkab Langkat