Anggota DPRDSU Ahmad Hadian : Porsi Rekrutmen PPPK Guru Agama Terlalu Kecil

152
Kang Hadian saat menyerap aspirasi rakyat lewat kegiatan reses di Desa Tanah Rakyat, Kecamatan Pulau Bandring, Kabupaten Asahan

garudaonline-Medan | Sekretaris Fraksi PKS DPRD Sumut, Ahmad Hadian Kardiadinata SPdI menilai, Pemerintah Indonesia terkesan kurang serius membangun mental spiritual anak bangsa.

Hal ini tercermin dari porsi rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk guru agama tahun 2021 masih terlalu kecil, atau hanya 27.303 orang.

Penilaian ini diungkapkan Ahmad Hadian kepada wartawan, Senin (5/7/2021) melalui telepon seluler, terkait rekrutmen PPPK guru pada 2021 di Sumut, yang terancam ditunda, dengan pertimbangan kemampuan anggaran.

Menurut Hadian, kurang seriusnya pemerintah, tercermin dari fakta yang ada, bahwa porsi rekrutmen PPPK guru yang akan segera digelar di Indonesia dari sekitar 1 juta lebih formasi guru, hanya 27.303 orang untuk porsi guru agama.

Padahal, di sebuah kabupaten saja porsi guru agama saat ini hanya 19 orang. Sementara guru olah raga lebih dari 150 orang.

“Saya pribadi selaku seorang guru agama sangat prihatin terhadap kenyataan ini,” tandas  Ketua Pansus Percepatan Pembangunan KEK Sei Mangkei dan Pelabuhan Kuala Tanjung ini.

Berkaitan dengan itu, Ahmad Hadian mendorong Gubsu Edy Rahmayadi untuk berkomunikasi ke Pemerintah Pusat Cq Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan, agar segera menambah porsi guru agama untuk rekrutmen PPPK tersebut.

Karena, tambah Hadian, yang saat itu melaksanakan kegiatan reses di Desa Tanah Rakyat Kecamatan Pulau Bandring Kabupaten Asahan, membangun sebuah bangsa tidak bisa hanya melalui pembangunan fisik material semata, tapi juga wajib membangun mental spiritualnya.

Salah satu ruangnya ada dalam pendidikan agama di sekolah-sekolah, sehingga penambahan guru agama ini sangat mendesak untuk segera direalisasikan.

“Dengan begitu, daerah-daerah tidak lagi kekurangan tenaga pendidik di bidang agama seperti terjadi selama ini,” kata Kang Hadian, sapaan akrab politisi yang juga motivator dan muballigh ini.(UJUNG)

Berita sebelumyaPolda Jatim Semprotkan Disinfektan di Sejumlah Jalan Protokol Surabaya
Berita berikutnyaAhmad Hadian : Rakyat Tak Perlu Dilarang Gembalakan Ternak di Areal Perkebunan