Oknum Hakim Digerebek Karaoke Bersama Istri Orang, Terancam Sanksi

543
John Pantas Lumban (JPL) Tobing

garudaonline-Medan | Oknum hakim bertugas di Pengadilan Negeri (PN) Rantau Prapat berinisial SZ yang digerebek bersama wanita berinisial L, yang merupakan istri orang di tempat karaoke KTV FS, Brastagi Supermarket Rantauprapat, terancam mendapat sanksi.

Humas Pengadilan Tinggi (PT) Medan, John Pantas Lumban (JPL) Tobing mengatakan, pihaknya akan segera melakukan pemeriksaan.

“Benar itu adalah oknum hakim di PN Rantau Prapat. Sampai saat ini, kami sedang menunggu laporan tertulis dari PN Rantau Prapat,” katanya kepada wartawan, Selasa (6/7/2021).

Jika sudah ada laporan tertulis dari PN Rantau Prapat, maka Ketua PT Medan akan langsung membentuk tim pemeriksa. “Jadi tim pemeriksa itu akan bekerja berdasarkan SK Ketua PT Medan,” kata JPL.

Menurut hakim tinggi yang akrab disapa JPL ini, PT Medan tidak akan main-main menindak oknum hakim tersebut apabila benar ditemukan adanya pelanggaran kode etik atas peristiwa itu.

“Kita tidak main-main ini, kita akan tindak tegas kalau ada oknum hakim seperti ini. Ini sudah mencoreng institusi sebenarnya. Kalau benar ini, kita pun malu,” sebutnya.

Apabila terbukti bersalah, oknum hakim tersebut akan ditindak berdasarkan kode etik pedoman perilaku hakim yang diatur dalam SK bersama Ketua MA dan KY Nomor: 47/KMA/SKB/2008-02SKB/PKY/IV/2009.

Kalau terbukti bersalah, akan dikenakan sanksi. Berdasarkan kode etik pedoman perilaku hakim, sanksi terdiri dari sanksi pelanggaran ringan, sedang dan berat.

“Kalau dari hasil tim pemeriksa itu ditemukan yang bersangkutan terbukti melakukan pelanggaran berat, ancamannya bisa di-nonpalukan dalam waktu tertentu,” jelas JPL seraya menyebut, perbuatan oknum hakim itu sangat mengecewakan dan mencoreng marwah pengadilan.

“Soalnya begini, kita sudah berusaha supaya mendapat kepercayaan dari masyarakat. Para masyarakat pencari keadilan sudah percaya, tapi dengan adanya kejadian seperti ini, jadi tercoreng. Kita sangat kecewa sekali,” kata JPL.

Diketahui, video saat hakim SZ digerebek viral di media sosial dan menjadi perbincangan publik. Penggerebekan itu terjadi pada Kamis (1/7/2021).

Di dalam ruang karaoke, terlihat istri sah oknum hakim tersebut sedang menangis. PN Rantau Prapat sendiri sudah membenarkan peristiwa tersebut.(RD)

Berita sebelumyaPermintaan Gas Oksigen Medis di Sumut Berkisar 40 Persen
Berita berikutnyaPelayanan Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Langkat Meningkat