Imam Besar BMU Serahkan Tiga Rumah untuk Janda di Pidie

205
Inilah prosesi penyerahan rumah yang diserahkan Tu Sop, Imam Besar BMU Aceh. (garudaonline/ Suherman Amin)

garudaonline–Pidie | Imam Besar Barisan Muda Ummat (BMU) Teungku H Muhammad Yusuf A Wahab, yang akrab disapa Tu Sop menyerahkan tiga rumah untuk janda di kawasan Pidie di lokasi terpisah, Selasa (17/8/2021).

Prosesi penyerahan ketiga rumah yang diserahkan jenis permanen 6×6 meter dengan BMU WPU 072 diterima langsung penerima kawasan Pidie di Mutiara, dan BMU WPU 075 di Kembang Tanjoeng serta dan BMU WPU 077 di Mutiara Timur.

Adapun penerima rumah adalah Ermalia Siregar (38), janda memiliki 4 anak warga Gampong Rapana Kecamataan Mutiara Pidie, Nurmala Majid (37), janda memiliki 3 anak warga Gampong Lancang Kembang Tanjoeng Pidie dan Nurlaila M Salim (45) janda 4 anak warga Gampong Jiem Kecamataan Mutiara Timur Pidie.

Ketua Gerakan BMU Peduli Murthala ST bersama Humas BMU Al Fadhal menyebut, rumah yang diserahkan itu dibangun dari dana safari dakwah Ketua Umum BMU Pusat, donasi perwakilan BMU Brunai Darussalam dan sisa donasi beberapa rumah BMU-WPU yang telah diserahkan sebelumnya, serta dari donatur lainnya.

Penyerahan rumah dihadiri Ketua Umum BMU Pusat Tgk Muhammad Yusuf M Nasir yang disapa Abiya Jeunieb, Sekjen BMU Pusat Tgk Zainuddin MZ Al-Biruny, Koordinator WPU Malaysia Ummi Maulida Ahmad, pengurus BMU Perwakilan Pulau Jawa Tgk Mustafa Cibinong, Ketua DPD BMU Pidie Abah Adi, Muspika Mutiara, Keuchik, Babinkamtibmas, Babinsa dan tokoh masyarakat setempat.

Dijelaskan, untuk pembangunan rumah BMU-WPU 075 merupakan hasil donasi masyarakat Aceh melalui donasi BMU Peduli dengan total donasi yang masuk mencapai Rp 65.267.500 rupiah dari 548 orang donatur.

Sedangkan, dana untuk pembangunan rumah BMU-WPU 077 sekaligus pembelian tanah, bersumber dari donatur tetap BMU masing-masing Tgk Aiyub Lamlo Rp17.200.000, Ummi Maulida Ahmad Rp13.100.000, H Umar Toko Mas Sejati Lueng Putu Rp5.000.000.

Bunda Yanti Taufik Kupi Lamlo Rp5.000.000, dan Raha Yusra bin Armia Rp1.000.000, selebihnya dari sisa donasi pembangunan rumah BMU-WPU lainnya.

Imam Besar BMU Ayahanda Tu Sop mengatakan, Gerakan BMU ini substansinya bukan sekadar membangun rumah, tapi turut membangun kembali peradaban Islam yang telah berhasil dibangun Rasulullah SAW dan para sahabatnya lewat budaya infak, sedekah dan zakat di masa silam.

Dijelaskan, yang membahagikan kita bukan karena sekadar terbangunnya rumah, tapi tertata dengan terbangunnya kembali peradaban sosial saling peduli. Ini yang paling penting, ujar Tu Sop yang juga Dewan Pembina Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI).

Tu Sop menilai, perilaku umat Islam sekarang khususnya masyarakat Aceh seperti kayu gaharu, kalau dibakar akan mengeluarkan wangi. “Jadi masyarakat Aceh itu kalau digerakkan maka mereka akan melakukan berbagai kebaikan. Tapi pertanyaannya sekarang adalah siapa yang akan menggerakkan,” kata Tu Sop mempertanyakan.

Tu Sop menambahkan, Islam adalah agama peradaban. Jadi apa yang kita lakukan ini adalah sebuah pergerakan dakwah sosial guna membangun peradaban sosial Islam.

Walaupun berbentuk sebuah rumah, tapi yang paling esensial adalah perilaku saling member, itu yang harus terbangun. “Konsep Islam adalah Al Hayah lu Yu’thu yaitu Hidup Untuk Memberi,” sebut Teungku Muhammad Yusuf A Wahab yang juga Ketua Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh yang disingkat HUDA. (HERA)

Berita sebelumyaBNN Sita 324 Kg Sabu asal Thailand
Berita berikutnyaTiorita Minta Wanita Langkat Periksa Iva Test di Puskesmas