Realisasikan Program Perdana, Forhati Binjai Gelar Pelatihan Eco Enzyme

257
Presidium MW Forhati Sumut Serasi Malem Sitepu diabadikan bersama pengurus Forhati Binjai dan narasumber di sela pelatihan

garudaonline-Binjai | Majelis Daerah Forum Alumni HMI Wati (MD Forhati) Binjai merealisasikan program kerja perdana, Sabtu (18/9/2021), lewat pelatihan membuat Eco Enzyme di rumah pengurus Forhati.

Ketua Periodik MD Forhati Binjai, Hj Nurdianah SAg mengatakan, realisasi program ini bekerjasama dengan Majelis Wilayah Forhati Sumut dan Dinas Lingkungan Hidup (LH) Sumut.

Nurdianah mengharapkan pelatihan diikuti dengan sungguh-sungguh, sebab pada situasi pandemi ini, ekonomi menjadi persoalan, karena hampir semua keluarga mengalami penurunan pendapatan.

Eco enzyme sangat bermanfaat untuk keperluan rumah tangga, sehingga dapat memberikan solusi permasalahan ekonomi. Selain itu, pelatihan eco enzyme memberikan pengetahuan dan kesadaran mencintai lingkungan.

“Semoga pelatihan ini akan kita terus tindaklanjuti ke semua masyarakat, sehingga masyarakat Binjai memiliki kesadaran kesehatan, mencintai lingkungan dengan melestarikannya dan dapat menambah pendapatan rumah tangganya,” harap Nurdiana.

Sementara Presidium Forhati Sumut, Serasi Malem Sitepu menyampaikan, kesadaran masyarakat masih rendah, terbukti masih banyak yang membuang sampah di sembarang tempat.

“Kalau diri sendiri atau rumah kita tidak mau kotor, janganlah mengotori tempat yang lain,” imbau Serasi Malem Sitepu yang akrab disapa Asih.

Belum lagi sampah dibiarkan membusuk, dampaknya akan menghasilkan aroma bau menyengat. Sedang sampah dibakar menghasilkan asap mengandung CO² (karbondioksida), yang dapat merusak kebersihan udara yang kita hirup.

Hal ini, kata Asih, tidak boleh dibiarkan terus-menerus, sebab akan berdampak pada rusaknya lingkungan secara permanen dan mempengaruhi kelangsungan hidup manusia.

Binjai, kota yang wilayahnya tidak luas sementara jumlah penduduk terus akan bertambah, akan dibuang ke mana lagi sampah kita, sementara lebih 60% sampah bersumber dari rumah tangga.

Sayur dan buah yang tidak terpakai dapat kita olah menjadi Eco Enzyme setelah dipermentasi selama 100 hari. “Setelah itu mejadi bahan yang serba guna dengan tagline ‘eco enzyme sejuta manfaat’,” katanya.

Asih tak lupa menyampaikan terima kasih kepada Dinas Lingkungan Hidup Sumatera Utara yang telah banyak membantu mengkampanyekan Eco Enzyme di tengah masyarakat.

Forhati siap berkolaborasi dengan siapa pun dan institusi manapun untuk menyukseskan program pembangunan dan mewujudkan kehidupan masyarakat lebih baik.

“Komitmen Forhati akan terus mengembangkan program kesehatan lingkungan ini ke semua majelis daerah yang ada di Sumatera Utara,” tegas Asih.

Sementara, Dosen Universitas Alwashliyah, Ir Rena Arifa Simbolon MSi, menjabarkan pengelolaan sampah dapat dikelola dengan konsep 3 R.

Reuse (menggunakan kembali sampah yang masih bisa digunakan. Reduce (mengurangi segala sesuatu mengakibatkan memunculkan sampah). Recycle (mengolah kembali sampah atau daur ulang menjadi suatu produk atau barang yang dapat bermanfaat).

Pembuatan Eco Enzyme ini masuk pada konsep Recycle, bahan organik yang terbuang dapat diolah kembali. Dengan cara fermentase selama 100 hari dengan proses anaerob (kedap udara), perbandingan komposi bahan 1 : 3 : 10, 1 bagian molase/gmt (gula merah tebu).

3 bagian BO (bahan organik, buat atau sayur), 10 bagian air. Manfaat eco enzyme baik bagi tanaman, sebagai pupuk organik tanaman, pembersih air dan udara, pembersih alat rumah tangga, obat luka, pembersih mulut dan banyak lagi manfaatnya.

“Bila sudah mampu membuat eco enzyme, maka ada produk turunannya seperti berbagai macam cuka, seperti cuka nenas, apel dan salak, ini semua bermanfaat bagi kesehatan kita,” kata Rena.

Pemilik Rumah Briket ini juga menjelaskan, banyak bahan organik yang dapat dihasil menjadi makanan menyehatkan. Karya inovasinya seperti dendeng daun ubi dan arang sehat.

Pelaksnaan elatihan diikuti dengan sangat antusias oleh ibu-ibu perwiridan dari Lingkungan VI Kebun Lada Binjai, hingga selesai.

Acara ini juga dihadiri pengurus MW Forhati Sumut, Nurbaity Damanik, Vita Wahyuni, Erlini Nasution, Ferawati Nasution dan pengurus MD Forhati Kota Binjai.(UJ)

Berita sebelumyaKetua DPRDSU : Walau Masih Pandemi, Perang Lawan Narkoba Jangan Kendur
Berita berikutnyaPolda Sumut Limpahkan Mantan Bupati Labura Khairuddin Syah ke Kejatisu