Autokritik Ahmad Hadian : Anggota DPRD Sumut Harus Rajin Introspeksi Diri

322
Ahmad Hadian SPdI

garudaonline-Medan | Kendati dikenal rajin dan vokal menyuarakan aspirasi rakyat, namun Sekretaris Komisi B DPRD Sumut, Ahmad Hadian SPdI tetap merasa belum cukup optimal menjalankan tugas sebagai wakil rakyat.

Pengakuan bahwa dirinya belum maksimal menjalankan tugas, sebut Hadian, merupakan sebuah autokritik, sekaligus ajakan kepada anggota dewan lainnya agar lebih rajin introspeksi diri.

Menurut Kabid Tani dan Nelayan DPW PKS Sumut ini, dirinya belum maksimal dalam menjalankan tupoksi sebagai anggota legislatif disebabkan beberapa hal.

“Salah satu penyebab adalah munculnya pandemi Covid-19,” ungkap Hadian menjawab wartawan saat ditemui di ruang kerjanya di DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, Selasa (21/9/2021).

Pria kelahiran 29 April 1970, yang akrab disapa Kang Hadian ini menyebutkan, dalam menjalankan amanah rakyat tersebut, dirinya juga memerlukan autokritik.

“Dan, harus saya akui, selama dua tahun ini, menurut pendapat saya pribadi, saya belum maksimal menjalankan tugas sebagai wakil rakyat,” kata wakil rakyat dari Dapil Asahan-Batu Bara dan Tanjung Balai ini.

Seperti diketahui, pada 16 September 2021 lalu, anggota DPRD Sumatera Utara periode 2019-2024, genap dua tahun menjalani amanah sebagai pengemban aspirasi rakyat.

Catatan autokritik lainnya, khususnya secara kelembagaan, tambah Sekretaris Fraksi PKS ini, adalah kurang produktifnya DPRD Sumut dalam melahirkan Perda inisiatif.

Selama ini, sebut Kang Hadian, yang juga dikenal sebagai seorang motivator dan muballigh ini, Perda yang dibahas (Ranperda) berasal dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

“Memang, kami melalui Fraksi PKS pernah menyampaikan dua Ranperda, yaitu Ranperda tentang ketahanan keluarga dan Ranperda tentang standardisasi tempat wisata. Tapi, keduanya kandas,” ungkapnya.

Selain itu, koordinasi antara pimpinan dewan dengan para anggota, menurut Hadian, masih perlu dimaksimalkan, baik di komisi maupun di DPRD Sumut, secara keseluruhan.

“Terjalinnya komunikasi efektif antara pimpinan dengan anggota, dipastikan akan mempermudah koordinasi, yang pada akhirnya mendukung kinerja dewan sejalan dengan ekspektasi masyarakat,” ujarnya.

Terkait dengan keberadaan anggota DPRD Sumut yang sudah memasuki tahun ketiga menjalankan tugas, Kang Hadian mengajak seluruh anggota dewan, agar lebih rajin introspeksi diri, terkait dengan status sebagai wakil rakyat.

“Kesungguhan menjalankan amanah sebagai wakil rakyat merupakan tanggung jawab moral yang harus dijalankan semua anggota dewan,” kata pria yang pernah belajar di Kulliyatul Muballighin Yayasan Islamic College Tangerang ini.

Soal kesungguhan ini, kata Kang Hadian, harus menjadi introspeksi bagi setiap anggota dewan, yang dituntut serius menjalankan amanah yang telah diberikan rakyat.

“Hal itu merupakan tanggung jawab moral yang harus dijalankan semua anggota DPRD Sumut,” kata politisi yang juga praktisi pendidikan ini.(UJ)

Berita sebelumyaPuncak Dies Natalis ke-69, USU Luncurkan Telemedicine Covid-19
Berita berikutnya391 ASN Pemkab Aceh Timur Terima Piagam Penghargaan