Bupati Bireuen : MQK Ajang Perkokoh Kultur Akademik Keilmuan Islam

164
Pelaksanaan Musabaqah Qira’atul Kutub (MQK) atau lomba baca kitab kuning berlangsung dengan khidmat. (garudaonline/ Suherman Amin)

garudaonline-Bireuen | Musabaqah Qira’atul Kutub (MQK) atau lomba baca kitab kuning jangan hanya dilihat sebagai perlombaan membaca, menerjemahkan dan menjelaskan kandungan kitab semata.

Tetapi, juga harus dijadikan sebagai ajang memperkokoh kultur akademik keilmuan Islam di lingkungan dayah dan penyebaran nilai-nilai keislaman.

Bupati Bireuen Dr H Muzakkar A Gani SH MSi menekankan hal itu dalam sambutan dibacakan Sekdakab Ir Ibrahim Ahmad MSi, saat membuka MQK Santri Dayah II Kabupaten Bireuen 2021 di Kampus Institut Agama Islam (IAI) Almuslim, Paya Lipah Peusangan, Kabupaten Bireuen-Aceh selama empat hari, 21-24 September.

Disebutkan, pelaksanaan MQK bertujuan meningkatkan mutu santri dayah dan meningkatkan kapasitas karakter serta daya saing santri, yang nantinya dihapkan mampu menumbuhkan kepercayaan dan membangun semangat meraih prestasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Diharapkan, santri akan menjelma sebagai sebuah kekuatan baru di kalangan generasi muda yang patut diperhitungkan, tapi mereka harus merajut dengan erat kekompakan sehingga kokoh.

“Hal ini adalah momentum bangkitnya generasi umat Islam mendatang, sebagai masyarakat berilmu menjadi tafaqquh fiddin yang mampu memperteguh keimanan kita kepada Allah SWT,” kata bupati.

Melalui pelaksanaan MQK hendaknya dapat mendorong peran pendidikan dayah dalam meningkatkan kualitas keimanan, ketakwaan santri, berakhlakul karimah, kreatif, inovatif di Kabupaten Bireuen yang telah ditetapkan sebagai Kota Santri.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Dayah Bireuen, H Jufliwan SH MM melaporkan, pelaksanaan MQK untuk meningkatkan kualitas kemampuan santri dalam lingkungan dayah serta memantapkan kerja sama yang lebih baik dengan Dinas Pendidikan Dayah.

Dengan harapan mutu pendidikan dayah ke arah lebih baik agar mendorong dan meningkatkan kecintaan para santri kepada kitab rujukan berbahasa Arab (kutub at-turats) dan meningkatkan kemampuan santri melakukan kajian dan pendalaman ilmu Agama Islam dari sumber kitab-kitab berbahasa Arab.

“Peserta MQK berjumlah 87 orang yang merupakan unsur dari santri dayah di Kabupaten Bireuen dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” sebut Jufliwan.

Terdiri dari Marhalah (tingkatan), Ula (pemula) yaitu bidang akhlak, tauhid, tingkat Wustha (tengah) bidang fiqh, tarikh, tafsir, hadits. Marhalah Ulya (paling tinggi) yaitu bidang nahw, ushul fiqh, ilmu tafsir, dan balaghah (kesesuaian).

Sedangkan, Dewan Hakim berasal dari akademisi lulusan Dayah yang memiliki Integritas, dan sudah cukup berpengalaman di bidangnya masing-masing.

“Karena itu, kami harapkan kepada santri dayah sebagai peserta kiranya berperan aktif dalam kegiatan ini dan supaya dapat mengikutinya secara seksama,” katanya.

Jufliwan menambahkan, MQK II Kabupaten Bireuen juga menjadi ajang seleksi calon peserta MQK tingkat provinsi, yang akan mengikuti TC pembinaan dan melakukan vaksinasi.(HERA)

 

Berita sebelumyaPertamina Patra Niaga Hadirkan Pertamax Turbo di Toba
Berita berikutnyaLagi, Polres dan Dinas Kesehatan Tanjung Balai Vaksinasi Pelajar