Cegah Longsor Berastagi, Ketua DPRDSU Minta Tembok Penahan Dibangun

88
Drs Baskami Ginting

garudaonline-Medan | Ketua DPRD Sumut Drs Baskami Ginting, prihatin atas peristiwa longsor di kawasan Berastagi, yang merenggut korban jiwa dan luka, pekan lalu.

Baskami minta semua stakeholder terkait bergerak cepat mengantisipasi tidak terjadi lagi bencana serupa. Salah satunya, dengan membangun tembok penahan di sepanjang titik rawan longsor.

“Kita minta langkah cepat agar bencana longsor tidak terjadi berulang-ulang dan merugikan masyarakat,” kata Baskami kepada wartawan di Medan, Senin (25/10/2021).

Politisi PDI Perjuangan ini merespon langkah lanjutan yang perlu diambil segera pascalongsor di tikungan PDAM Tirtanadi, Sibolangit, Sabtu malam lalu.

“Bencana memang bisa datang kapan saja dan sulit diprediksi, sehingga setidaknya harus diantisipasi secara dini,” kata Baskami.

Antisipasi dimaksud, lanjut Baskami, misalnya membangun tembok penahan di sepanjang titik rawan longsor.

Tembok-tembok menyerupai bronjong itu akan menguatkan fungsi tanah dari gangguan atau guncangan.

Hal ini sudah dilakukan di kawasan Genting Highland di Malaysia. “Kawasan yang kita lihat di Berastagi tampak tak punya fondasi dan penahan kokoh, sehingga dikhawatirkan terjadi longsor,” sebutnya.

Hal itu terjadi karena di kawasan itu terdapat hutan lindung yang tidak kuat lagi menahan rembesan air. “Marilah kita jaga hutan lindung itu, janganlah dirambah,” ujarnya.

Kemudian, Pemkab Deli Serdang dan dinas terkait di Pemprovsu diminta bersinergi untuk menyiagakan alat berat agar secepatnya digunakan jika terjadi longsor mendadak di kawasan Brastagi.

Selain itu, secara khusus Baskami minta Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) II untuk mempercepat pembangunan jembatan layang sejenis cantilever di ruas Jalan Medan-Berastagi.

Proyek ruas jalan sepanjang 30,8 km tersebut bernilai Rp179 miliar lebih itu akan menghubungkan batas Kota Medan-batas Kabupaten Karo panjang pelebaran 19 Km senilai Rp110 M lebih, dan batas Kabupaten Deli Serdang-simpang Ujung Aji dengan panjang pelebaran 11,8 Km senilai Rp68,7 M.

Dikabarkan, proyek yang bertujuan mengurai kemacetan dari jalan Medan-Brastagi-Tanah Karo itu sempat tertunda karena dananya tersedot untuk penanggulangan Covid-19.

Terkait itu, Baskami berharap dengan kondisi pandemi yang mulai membaik, segera percepat pembangunan sarana dan prasana jalan itu yang diharapkan akan mengurangi beban jalan yang selama ini tertumpu di kawasan tikungan Brastagi.

“Dengan pengurangan beban, diharapkan tikungan bukit tidak ambles lagi ke badan jalan,” pungkas Baskami Ginting.(UJ)

Berita sebelumyaOrmas Pemuda Pancasila Aceh Gelar HUT ke-62 di Sigantang Sira
Berita berikutnyaDanlanal TBA Ajak Masyarakat Maritim Sukseskan Vaksinasi