Berbiaya Ratusan Juta, Pembangunan Rabat Beton Desa Piasa Ulu Disoal Warga

384
Pembangunan rabat beton menghubungkan Dusun VII dan VIII Desa Piasa Ulu, Kecamatan Tinggi Raja, disoal warga. (garudaonline/ hamdan rangkuti)

garudaonline-Asahan | Pembangunan rabat beton yang berada di Dusun VII dan VIII Desa Piasa Ulu, Kecamatan Tinggi Raja, Kabupaten Asahan, keberadaannya disoal warga.

Pasalnya, pembangunan jalan desa yang bersumber dari Dana Desa tahun 2021 dengan pagu anggaran sebesar Rp267.602.000 tersebut, diragukan kualitasnya.

Informasi dihimpun di lokasi kegiatan, pembangunan rabat beton dengan volume kegiatan 255 meter, diduga campuran material semen dan pasir tidak sesuai ketentuan.

Bahkan penggunaan material kerikil yang digunakan pun terkesan ala kadarnya.

Ironisnya, terdapat di beberapa blok pekerjaan rabat beton tersebut material pasir terlihat jelas di permukaan badan jalan. Dan ini diakui Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), Boiran.

“Kita akui memang ada 9 blok dari pekerjaan rabat beton tersebut tidak disiram material semen di permukaannya sebagai penutup, dsebabkan habis sehingga terlihat pasirnya dengan jelas,” ungkap Boiran kepada garudaonline, Jumat (29/10/2021).

Boiran juga mengakui, seluruh kegiatan rabat beton yang baru dilaksanakan tersebut pelaksanaannya dikerjakan secara manual.

Sementara itu, Misman (45) warga setempat saat ditemui juga mengatakan meragukan kualitas hasil pekerjaan rabat beton yang menghubungkan Dusun VII dan Dusun VIII dari kerusakan.

Melihat dari kegiatan rabat beton sebelumnya berada di Dusun I menuju Dusun V, VI, VII dan Dusun VIII, yang kondisinya sudah babak belur.

“Namun begitupun kita tetap berharap rabat beton ini dapat bertahan lama sehingga bermanfaat bagi kami yang menggunakan jalan ini sebagai penghubung menuju dusun lainnya,” ungkap Misman.

Sedangkan, Kepala Desa Piasa Ulu Imam saat ditemui mengatakan, dirinya juga tidak berani menjamin kualitas pekerjaan rabat beton tersebut 100 persen baik.

“Kita sudah laksanakan pekerjaan itu sesuai arahan pendamping desa. Namun, jika terjadi kerusakan itu sudah di luar kemampuan kami,” tutupnya. (Hans)

Berita sebelumyaDukung Pemerintah, Partai Golkar Vaksin 500 Warga Asahan
Berita berikutnyaVonis 12 Tahun Pemerkosa, KAHMI dan Forhati Sumut Apresiasi PN Sibuhuan