Hari Santri, Kepala DPD Aceh Selatan : “Semua Harus Pakai Kain Sarung”

347
Bupati Aceh Selatan Tgk Amran didampingi Kepala DPD Farid wajdi menyerahkan bonus kepada Juara MQK

garudaonline-Aceh Selatan | Kepala Dinas Pendidikan Dayah (DPD) Kabupaten Aceh Selatan, Drs Farid Wajidi kepada wartawan membenarkan, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Kepala Bagian di lingkungan Setdakab harus memakai kain sarung tidak kecuali.

“Mereka memakai sarung saat menghadiri peringatan Hari Santri Nasional yang diperingati setiap tahun,” katanya kepada awak media di sela peringatan Hari Santri Nasional ke-7 tahun 2021 di Rumoh Agam, Tapaktuan, Kamis (4/11/2021).

Meski sederhana, kegiatan yang difasilitasi DPD ini turut dihadiri Bupati Aceh Selatan, Tgk Amran bersama unsur Forkopimda lainnya, instansi lintas sektor, para Asisten Sekdakab, Kepala SKPK, para pimpinan dan para santri dari berbagai dayah/pasantren yang tersebar di seluruh Kabupaten Aceh Selatan.

Peringatan Hari Santri 2021 mengusung tema “Santri Siaga Jiwa Raga”ini, diwarnai pidato Bahasa Arab oleh Cut Sri Amanda, dan pidato Bahasa Inggris oleh Ramawiyah.

Bupati Aceh Selatan memberikan apresiasi atas kemampuan kedua santriwati berasal dari Pesantren Darul Aitami Kecamatan Pasie Raja ini, berpidato dengan sangat fasih dan lancar.

“Momen peringatan hari santri tahun ini hendaknya santriwandan santiwati menjadi insan berkarakter, religius dan memegang teguh akhlak dan moralitas, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta menguasai berbagai bahasa asing dunia,” pinta bupati dalam pidatonya.

Sebab, menurutnya, hal tersebut, saat ini sangat diperlukan karena arus globalisasi dunia hanya dapat di proteksi oleh insan-insan yang menguasai sains dan teknologi yang berkarakter relegius, terutama alumni dayah/pasantren.

Tgk Amran mengingatkan tema “Santri Siaga Jiwa Raga”, mempunyai makna bentuk pernyataan sikap santri Indonesia agar selalu siap siaga menyerahkan jiwa dan raga untuk membela tanah air.

Termasuk di dalamnya dukungan terhadap program nasional percepatan vaksinasi, terutama di Kabupaten Aceh Selatan.

“Selain itu, mempertahankan persatuan indonesia, dan mewujudkan perdamaian dunia, menjaga kesucian hati dan akhlak, berpegang teguh pada akidah, nilai-nilai dan ajaran Islam yang rahmatan lil’alamin,” pungkasnya. (HER)

Berita sebelumyaMasuk Kantor Wali Kota Binjai Harus Aktifkan Aplikasi QR Code Peduli Lindungi
Berita berikutnyaDampak Cuaca Ekstrem, Jaringan Listrik di Pulau Nias Terganggu