Kadisdik Batu Bara Ilyas Sitorus : Kemerdekaan Guru Diawali dari Menyusun RPP

161
Kadisdik Batu Bara Ilyas Sitorus, saat menyampaikan arahan

garudaonline-Batu Bara | Setiap orang harus memiliki kesempatan untuk mewujudkan potensi dirinya semaksimal mungkin sehingga akan membangun kemandirian dan selanjutnya tidak akan menjadi beban di masa depan.

Karenanya, sejak dini kita mempersiapkan peserta didik kita mulai dari kualitas karakternya maupun literasi dasarnya termasuk kompetensinya.

Dengan demikian siswa dapat beradaptasi dengan lingkungan dinamis dan menerapkan keterampilan dasar dalam kehidupan sehari-hari serta siswa dapat memecahkan permasalahan kompleks.

Hal itu disampaikan Kadisdik Batu Bara, Ilyas Sitorus saat memberikan bimbingan sebelum membuka Workshop Penyusunan RPP Merdeka Belajar dan Diferensiasi di Buffet Mangga Sei Suka, Sabtu (20/11/2021).

Menurut Ncekli sapaan akrab Kadisdik ini, dengan kemampuan tersebut maka siswa akan mampu berpikir kritis, memiliki kreativitas dan mampu berkomunikasi dengan baik serta mampu berkolaborasi atau bekerjasama dalam memecahkan suatu persoalan.

Karenanya, Ilyas berpesan agar kegiatan workshop ini dapat diikuti dengan baik dan ditindaklanjuti serta diaplikasikan di sekolah nantinya.

Pembelajaran berdiferensiasi bukanlah barang baru. Karena itu peserta diharapkan dapat mengikutinya dengan baik. Memang dibutuhkan kerja ekstra karena pembelajarannya yang berpihak kepada siswa.

Seorang guru harus mengetahui Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi agar pembelajarannya dapat terlaksana dengan sukses.

“Setelah guru mengetahui tentang strategi pembelajaran berdiferensiasi, selanjutnya guru dapat membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berdiferensiasi,”terang Ilyas.

Mantan Karo Humas Protokol Pemprovsu ini juga menyebutkan, RPP berdiferensiasi adalah sebuah rencana pembelajaran yang disusun berdasarkan hasil pemetaan profil belajar siswa.

Dengan adanya RPP Merdeka Belajar Berdiferensiasi ini akan membuat perubahan besar di sekolah kita khususnya di kelas-kelas, karena pembelajaran akan bertambah bermutu dan berpihak pada peserta didik, yang akhirnya pendidikan kita akan lebih baik dan meningkat.

“Dengan demikian tujuan pendidikan tercapai, namun tetap mampu membuat peserta didik bahagia dalam proses belajarnya dan semua potensi peserta didik bisa tergali dan berkembang optimal,” sebut Ilyas.

Di tempat yang sama, Kepala UPTD SMPN 1 Sei Suka, Maslina Sinaga menyampaikan, kegiatan Wokshop ini merupakan agenda rutin yang sudah menjadi program sekolah untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidik dan pembelajaran bermutu yang berpihak pada peserta didik.

Workshop ini juga merupakan salah satu tagihan Tugas Calon Guru Penggerak (CGP) yang memgikuti Program Guru Penggerak yang telah merancang program jangka pendek untuk mengimbaskan ilmu yang mereka dapatkan dalam Program Guru Penggerak kepada rekan-rekan guru di sekolah melalui kegiatan workshop ini.

Tema “Merdeka Belajar” yang diusung tentu saja sinkron dengan program pemerintah yakni Program Guru Penggerak (PGP) maupun Program Organisasi Penggerak (POP).

Sementara, District Coordinator Tanoto Foundation, Felly Ardan mengatakan, melalui layar virtual bahwa Konsep Merdeka Belajar menekankan Pembelajaran yang berpihak pada peserta didik.

Dengan mempertimbangkan keberagaman karakteristik, bakat dan minat peserta didik dan memberikan peserta didik kemerdekaan dalam menjalani proses pembelajarannya seterusnya mereka tumbuh menjadi generasi hebat di masa mendatang.

“Karena itu, para pendidik perlu merancang pembelajaran yang memerdekakan peserta didik dengan mempertimbangkan keunikan mereka,” harap Felly.

Turut hadir Ketua Komite UPTD SMPN 1 Sei Suka, Aon Rahadian, Ka SMPN 1 Sei Suka Maslina Sinaga, serta calon guru penggerak dan guru-guru SMPN 1 Sei Suka.(SUSI)

Berita sebelumyaIndonesia Catat Sejarah, Pembalap Muslim Juara Dunia WSBK 2021
Berita berikutnyaPelantikan Pengurus PAC Dijadwalkan Mulai Januari, IPK Binjai Konsolidasi