Pemkab Langkat Serius Genjot Pertumbuhan Ekonomi Sesuai Instruksi Gubsu

181
Gubsu Edy Rahmayadi menyerahkan DIPA dan TKDD 2022 kepada Wakil Bupati Langkat, H Syah Afandin SH

garudaonline-Langkat | Pemerintah Kabupaten Langkat serius dalam mendukung dan menjalankan instruksi Gubernur Sumatera Utara dan pemerintah pusat.

Termasuk upaya menggejot pertumbuhan ekonomi guna meningkat kesejahteraan masyarakat yang sebelumnya turun akibat pandemi COVID – 19.

Pemkab Langkat terus mendukung Pemprovsu maupun pemerintah pusat untuk meningkat ekonomi.

Wakil Bupati Langkat H Syah Afandin mewakili bupati, mengemukakan hal itu saat menghadiri penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) 2022 dari APBN, dengan tema Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural, di Aula Tengku Rizal Nurdin Rumdis Gubsu, Medan, Senin (13/12/2021).

Wabup juga menyampaikan visi misi Pemkab Langkat adalah meningkat kesejahteran masyarakatnya melalui potensi wisata. Saat ini Pemkab Langkat berkolaborasi dengan Pemprovsu mengelola wisata Tangkahan dan Bukit Lawang.

“Semoga rencana ini segera terealisasi, agar ekonomi kerakyatan bangkit dan tumbuh,” tuturnya. Diketahui, Langkat menerima dari APBN sebesar Rp 1.942.198.268. Terdiri dari DIPA Rp1.726.056.597 dan TKDD Rp216.141.671.

Acara dipimpin Gubsu Edy Rahmayadi. Turut hadir Plt Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Sumut Kementerian Keuangan, Syafriadi, para Kepala Daerah se Sumut, serta perwakilan instansi vertikal Pemerintah Pusat penerima dokumen.

Sementara, Gubsu Edy minta pemerintah kabupaten/kota seluruhnya untuk turut aktif dalam hal peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui bantuan hingga pembinaan UMKM.

Mengelola secara maksimal sumber daya perekonomian yang potensial di daerah masing-masing, seperti pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan hingga pariwisata.

Dalam hal ini, dukungan Pemprov sebagai tangung jawab guna mempermudah akses distribusi bagi masyarakat, memrogramkan pembangunan jalan provinsi sepanjang 450 km di 2022 dengan anggaran Rp2,7 triliun, dimana kondisinya masuk kategori rusak berat.

Namanya ada dana tahun jamak didahulukan dan dikerjakan di 2022. Nanti kita bayar secara bertahap menggunakan APBD kita.

“Ini cukup panjang, karena biasanya kita hanya bisa 30 km setiap tahun dari total jalan provinsi 3.000 km,” jelasnya.

Karenanya, kata Gubsu, 2021 harus dijadikan bahan refleksi dalam upaya perbaikan di 2022 mendatang. Terutama proyeksi indikator makro harus dicapai sebagai target bersama antara lain pertumbuhan ekonomi.

Indeks pembangunan manusia (IPM), menurunkan persentase kemiskinan, pengurangan angka pengangguran, pengendalian inflasi, peningkatan PDRB per kapita, kualitas kesehatan masyarakat (anak) seperti penanganan gizi buruk dan stunting dan lainnya.

Ini yang harus sedang kelola bersama. Kita mau Sumut ini menjadi yang terbaik, sebagai ‘bamper’ wilayah Barat Indonesia. Jadi ini setiap bulannya kita kaji satu per satu. Termasuk capaian vaksinasi Covid-19 yang sekarang sudah mencapai 68 persen.

“Untuk (kabupaten/ kota) yang belum (maksimal), nanti vaksinnya kita arahkan ke sana sehingga di akhir tahun terkejar 70%,” pungkasnya menjelaskan kondisi penanganan Covid-19,” katanya.

Gubsu juga menyampaikan dari total alokasi APBN diperuntukkan di Sumut sebesar Rp59,77 triliun. Sebanyak Rp39,85 triliun dialokasikan untuk dana TKDD. Sedangkan untuk pengalokasian DIPA di Sumut 2022 besarannya Rp19,92 triliun.

Target kita Sumatera Utara yang pertama adalah masalah pendidikan, kesehatan, pertanin dan infrastruktur. Jika yang lalu (awal pandemi Covid-19) kita alihkan untuk refocusing anggaran.

“Sekarang, kita hidupkan kembali (upaya pertumbuhan ekonomi), dengan dana Rp39 triliun yang sebagian terurai di kabupaten/kota hingga dana desa di seluruh Sumatera Utara,” jelas Gubsu.(SLM)

Berita sebelumyaDinas LH Asahan Ambil Sampel Limbah PT SAJO, Cek Kualitas Penggunaan Bahan Kimia
Berita berikutnyaBEI Luncurkan Pesan Edukasi Pasar Modal “Paham, Punya, Pantau”