Syahrizal MZ : Praktik Bernegara Sering Tak Jujur, Indonesia Butuh Revolusi Mental

433
Ketua FKP Langkat, Drs Syahrizal MZ

garudaonline-Langkat | Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FKP) Kabupaten Langkat Drs Syahrizal MZ mengatakan, mengacu sejarah, Revolusi Mental merupakan semangat untuk melanjutkan perjuangan mengisi janji kemerdekaan, yang bertujuan membangkitkan kembali semangat perubahan berkemajuan.

Syahrizal menyebutkan, istilah Revolusi Mental dikumandangkan Soekarno pada pidato kenegaraan 17 Agustus 1957 dan Semangat Revolusi Mental Tri Sakti 17 Agustus 1964

Menurut dia, Revolusi Mental merupakan gerakan untuk mengubah cara pikir, cara kerja, cara hidup dan sikap serta perilaku bangsa Indonesia mengacu nilai-nilai integritas.

Etos kerja dan gotong-royong berdasarkan Pancasila yang berorientasi pada kemajuan, agar Indonesia menjadi negara maju, modern, makmur, sejahtera dan bermartabat.

“Untuk itu, kilas balik pada 2014 lalu, gagasan revolusi mental kembali digaungkan Presiden RI, Joko Widodo,” kata Syahrizal kepada garudaonline, Rabu (22/12/2021).

Presiden RI ke-7 ini, bahkan menyerukan dimulainya sebuah Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) untuk mengubah kebiasaan lama menjadi kebiasaan baru demi terwujudnya Indonesia berdaulat, mandiri dan berkepribadian.

Lalu, yang menjadi pertanyaan bagi kita semua, mengapa Indonesia memerlukan Revolusi Mental ? Menurut Syahrizal, ada tiga alasan utama pentingnya Revolusi Mental di Indonesia.

Pertama, karena bangsa ini sudah terlalu lama membiarkan praktik berbangsa dan bernegara dilakukan dengan cara tidak jujur, tidak memegang etika dan moral, tidak bertanggungjawab, tidak dapat diandalkan serta tidak bisa dipercaya.

Kedua, dalam bidang perekonomian Indonesia tertinggal jauh dari negara lain, karena kehilangan etos kerja keras, daya juang, daya saing, semangat mandiri, kreativitas dan semangat inovatif dan,

Ketiga, sebagai bangsa, Indonesia mengalami krisis identitas. Karakter kuat bangsa Indonesia sebagai bangsa yang mempunyai semangat gotong-royong, saling bekerjasama demi kemajuan bangsa sudah meluntur.

“Kita harus mengembalikan karakter Bangsa Indonesia ke watak luhurnya, yaitu semangat gotong royong,” kata Ketua PD Al Washliyah Langkat ini.

Sebab, Revolusi Mental bertujuan mengubah cara pandang, pola pikir, sikap, perilaku dan cara kerja berorientasi pada kemajuan dan kemodernan, sehingga Indonesia menjadi bangsa besar serta mampu berkompetisi di tingkat dunia.

Membangkitkan kesadaran dan membangun sikap optimistik dalam menatap masa depan Indonesia sebagai negara dengan kekuatan besar untuk berprestasi tinggi dan produktif.

“Karena itu, menjadi kewajiban bersama kita untuk mengimplementasikan gerakan ini supaya Indonesia baru yang kita impikan, bisa terwujud,” kata mantan Ketua KNPI Langkat ini.

Revolusi Mental bertumpu pada tiga nilai-nilai strategis, yaitu Integritas, Etos Kerja dan Gotong Royong. Praktik revolusi mental itu adalah menjadi manusia berintegritas, mau bekerja keras, dan punya semangat gotong

Lebih rinci Syahrizal menjelaskan, dasar hukum GNRM di antaranya Inpres No 12 Tahun 2016, Permen Koordinayor Bidang PMK No 3 Tahun 2017 Tentang Peta Jalan GNRM.

Permen Koordinator Bidang PMK No 4 Tahun 2017 tentang Pedoman Umum GNRM dan Permen Koordinator Bidang PMK No 4 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas GNRM.

Untuk mewujudkan GNRM, menurut Syahrizal terdapat tiga hal yang harus dimiliki oleh bangsa ini.

Pertama, integritas yaitu meliputi sikap jujur, disiplin, dapat dipercaya, berkarakter, sportif, adil, bertanggung jawab, konsisten, taat hukum dan aturan lainnya.

Kedua etos kerja, meliputi sikap mandiri, kerja keras, berprestasi, gigih, pantang menyerah, berdaya asing, optimis, inovatif, kreatif, produktif, hemat dan lainnya.

Ketiga, gotong royong meliputi sikap kerja sama, kesetiakawanan, solidaritas, menghargai perbedaan dan kemajemukan, toleransi, dan saling menghargai.

Apabila ketiga hal di atas ada pada jati diri bangsa Indonesia, maka konsep Tri Sakti yang dikumandangkan pada 17 Agustus 1964, yaitu berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi dan berkepribadian secara sosial budaya, akan dapat diwujudkan.

Di akhir perbincangannya, Syahrizal menegaskan, mendukung sepenuhnya langkah Bupati Langkat Terbit Rencana PA, membentuk Gugus Tugas Gerakan Nasional Revolusi Mental di Langkat.(SLM)

Berita sebelumyaJelang Libur Nataru, Polres Binjai Siapkan Delapan Pos Pengamanan
Berita berikutnyaJelang Nataru, Perindo Langkat Distribusikan 1.000 Karung Beras ke Warga Miskin