Zikir dan Doa Warnai Peringatan 17 Tahun Tsunami Aceh di Bireuen

196
Warga berzikir dan berdoa bersama memperingati 17 tahun tsunami Aceh di Masjid Agung Sulthan Jeumpa, Minggu (26/12/20210. (garudaonline/ Suherman Amin)

garudaonline-Bireuen | Pemkab Bireuen bersama masyarakat berzikir dan berdoa memperingati 17 tahun gempa dan tsunami Aceh di Masjid Agung Sulthan Jeumpa dipimpin Teungku Khalili dari Jeunib, Minggu (26/12/2021).

Bupati Bireuen Dr H Muzakkar A Gani SH MSi mengharapkan, momentum peringatan tsunami dapat dijadikan pelajaran. Disadari, banyak keluarga kita mengalami musibah dalam peristiwa tersebut.

“Mari memperkuat mental dan spiritual kita untuk menyikapi kejadian itu untuk introspeksi diri dan mengubah perilaku untuk lebih baik di masa mendatang,” harapnya.

Bupati Muzakkar A Gani meminta agar peristiwa tersebut bisa menjadi sebuah i’tibar untuk kita semua, supaya lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Zikir dan doa bersama juga dirangkai dengan beberapa kegiatan. Di antaranya, lain menyantuni 126 anak yatim, pelantikan Kepala dan Kasubbag Tata Usaha UPTD Masjid Agung Sulthan Jeumpa Kabupaten Bireuen.

Masing-masing Tgk Mansur AR SAg sebagai Kepala UPTD dan Ali Murtadla SSos sebagai Kasubbag Tata usaha.

Bupati Muzakkar A Gani juga menyerahkan satu unit mobil dinas untuk Imum Chiek Masjid Agung Sulthan Jeumpa, yang diterima Tgk Saifuddin Muhammad SH MH selaku Imum Syiek.

Sementara, tausiyah hikmah peristiwa dan refleksi 17 tahun peristiwa tsunami Aceh, Pemkab Bireuen mengundang Teungku Adnan Yahya dari Banda Aceh.

Kepala Badan Pendidikan Dayah H Jufliwan SH MM bersama dr Mukhtar MARS menyebutkan, karena situasi masih di tengah wabah Covid-19, maka peringatan 17 tahun tsunami Aceh digelar secara sederhana.

Ditambahkan, agenda utama peringatan tsunami Aceh 2021 di tengah Covid-19 meliputi tafakkur dan tasyakkur dalam bentuk doa, zikir bersama, santunan anak yatim dan tausiyah. (HERA)

Berita sebelumyaSalon Tiktok di Labuhan Disinyalir Tempat Prostitusi Digerebek
Berita berikutnyaBentrokan Pecah di Klambir V Satu Tewas