Dua Ribuan Tenaga Honorer Pemkab Aceh Selatan Terancam Diberhentikan

2537
T Sukandi dan Sekda Asel Cut Syazalisma

garudaonline-Tapaktuan | Ketua Lembaga PeKA (Pemerhati Kebijakan Aceh Selatan), Teuku Sukandi memprediksi, dua ribuan tenaga honorer dan kontrak dalam lingkup Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan, bakal dirumahkan.

Hal ini terkait dengan defisitnya APBK Kabupaten Aceh Selatan Tahun Anggaran 2022, yang telah melewati ambang batas.

“Artinya, kemampuan keuangan daerah untuk pembayaran honor tenaga honorer tidak ada,” kata Sukadi di Tapaktuan, Selasa (4/1/2022).

Menilik anggaran tahun 2021, lanjut mantan anggota DPRK Aceh Selatan ini, pemerintah daerah mengeluarkan sebanyak Rp 13 miliar untuk membayar tenaga honorer.

Jika ini ditiadakan, maka defisit APBK Aceh Selatan TA 2022 sebanyak Rp65 miliar, dapat mengecil alias bisa dikurangi.

Ini yang mungkin yang dapat dilakukan Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan dalam mengurangi beban defisit di masa pandemi ini dengan mengikuti jejak daerah tetengga.

“Seperti, Pemerintahan Kota Subulussalam yang telah merumahkan seluruh tenaga honorernya,” beber Sukun, sapaan akrab Teuku Sukandi.

Sementara, Sekda Aceh Selatan selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Cut Syazalisma kepada garudaonline, tidak menampik hal tersebut.

“Mungkin saja itu terjadi, jika keuangan daerah tidak mampu membayar, tapi itu merupakan alternatif terakhir dengan melalui berbagai pertimbangan karena menyangkut harkat hidup mereka,” ujarnya.

Perumahan tenaga honorer ini, sambung Cut Syazalisama, dapat diantisipasi dengan memperbaiki kondisi keuangan Aceh Selatan di masa pandemi ini melalui peningkatan PAD.

Sebagaimana tagline HUT ke-76 Kabupaten Aceh Selatan “Dengan Semangat Kerjasama, Kita wujudkan Aceh Selatan Hebat”.

Cut Syazalisma tidak memungkiri, ke depan tenaga honorer yang tidak produktif dan hanya membebankan anggaran daerah, tetap akan diberhentikan.(HER)

 

Berita sebelumyaBeralih Kejahatan, Dua Residivis Narkoba Nekat Merampok
Berita berikutnyaBupati Lumajang Beri Penghargaan kepada Biddokkes Polda Jatim