Penanganan Sampah : Dua Keuchik Kota Juang dan Kabid Persampahan Diskusi Cari Solusi

237
Dua Keuchik Kecamatan Kota Juang dan Peutuha Peut saat berdiskusi dengan Kabid Persampahan, Limbah dan Pertambangan LKH, saat diskusi penanganan sampah

garudaonline-Bireuen | Dua Keuchik di Kecamatan Kota Juang, Keuchik Geudong-Geudong, Fakhrial dan Keuchik Bandar Bireuen, Adnan Adam, Peutuha Peut Geudong-Geudong dan Kepala Dusun Sago Gampong Geudong, Bang Din, duduk bersama.

Mereka berdiskusi dengan Kepala Bidang Persampahan Limbah dan Pertambangan, Irwan Funna Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LKH) Irwan Funna serta stafnya di Cafe Juang Bireuen, Senin (24/1-2022).

Dalam rembuk itu dibicarakan teknis agar sampah menggunung di saluran irigasi kawasan Dusun Sagoe Gampong berbau menyengat serta meresahkan pengguna jalan dan masyarakat sekitar, bersih dari polusi dan pencemaran udara dari saluran tersebut.

Usai diskusi, mereka meninjau langsung ke lokasi tersumbatnya saluran irigasi parit untuk melihat secara dekat dan bagaimana teknis pembuangannya.

Terutama sekali diharapkan kesadaran masyarakat menjaga kebersihan, berdampak pada tersumbatnya saluran air yang mengeluarkan bau tak sedap sekaligus jangan membuang sampah sembarangan.

Saluran parit yang disesaki sampah itu mulai dari seputaran Kota Bandar Bireuen dan Geudong-Geudong, hingga mengalir ke muara Kuala Raja.

Keuchik Bandar Bireuen, Adnan Adam mengatakan, selama ini pihaknya berulang kali menyampaikan himbauan kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, namun masyarakat tetap membuang sampah sembarangan.

Masyarakat tidak menghiraukan imbauan dan lagi-lagi membuang sampahnya ke dalam parit hingga got tersumbat.

Untuk itu, kedua Keuchik sepakat membuat qanun gampong turunan qanun Kabupaten Bireuen dengan denda bagi siapa yang membuang sampah sembarangan.

Adnan mengatakan, akan memasang CCTV sehingga masyarakat yang membaung sampah sembarangan, tidak dapat mengelak.

Sementara, Keuchik Gampong Geudong-Geudong, Fakhrial menyebut, akan meminta masyarakat membuat penahan sampah dengan jarak tiga buah rumah selang hingga ke lokasi saluran Simpang Ayu dan masing-masing membuang sampah tersangkut di tempat pemasangan penahan sampah tersebut.

Keuchik Fakhrial dan Adnan Adam mengakui, tumpukan sampah dalam saluran parit terus meninggi dikarenakan tidak ada hujan yang bisa mengairi sampah-sampah tersebut, kendati dikhawatirkan juga bila hujan bisa menyebabkan banjir.

“Kami sudah mengupayakan melakukan pembersihan bersama dengan Keuchik Bandar Bireuen guna mencari solusi sampah dengan mengupayakan pembersihan yang kami sadari belum maksimal,” sebutnya.

Selain keterbatasan anggaran, juga sangat butuh turun tangan pemerintah dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Kepala Bidang Persampahan Limbah dan pertambangan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Irwan Funna mengatakan, pihaknya akan memfasilitasi pembersihan sampah menggunakan alat berat kisaran beberapa hari lagi.

Saat ini alat berat kami yang bisa masuk ke lokasi dalam kondisi rusak dan sedang diperbaiki. “Untuk itu, kami berharap kedua keuchik dan masyarakat setempat bersabar.

“Insya Allah dalam beberapa hari ke depan sudah kita angkut sampah tersebut,” kata Irwan seraya mendukung agar Kedua Keuchik sesegera mungkin melahirkan sebuah qanun gampong terkait pengelolaan sampah agar tidak mengganggu kenyamanan warga.

Terkait masalah tersebut, pihaknya berharap sekali qanun bisa disusun lengkap dengan sanksi apabila ada yang melanggar.

Sedangkan, Peutuha Tuha Peut Geudong-Geudong Suherman Amin bersama Kepala Dusun Sagoe Bang Din meminta kepada kedua Keuchik dan pihak Dinas Lingkungan Hidup menegaskan, apa pun sejauh menyangkut masalah sampah, perlu diikutsertakan mandor sampah.

Yaitu, Pak Samsuar yang setiap hujan selalu keluar dengan membawa galah untuk menerobos saluran agar tidak tersumbat.

Selain itu, diingatkan juga kepada pihak Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Kabid Persampahan Limbah dan pertambangan, Irwan Funna, agar mobil pengangkut sampah masyarakat.

“Ada tidaknya sampah harus masuk setiap hari. Jangan tiga hari sekali, sehingga sampah dalam tong sampah masyarakat menimbulkan bau menyengat,” kata Suherman Amin. (HERA)

Berita sebelumyaPolda Sumut Tarik Penanganan Kasus Suntik Vaksin Kosong Murid SD
Berita berikutnyaTahun Ini, Kantor Bupati Batu Bara Akan Dibangun di Limapuluh