Ahmad Fauzan Daulay : Gubsu Jangan Hanya Perhatikan Proyek Mercusuar

1927

garudaonline-Medan | Anggota DPRD Sumut Ahmad Fauzan Daulay mengimbau Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, agar jangan hanya memperhatikan proyek-proyek mercusuar saja, seperti Sport Center yang sangat dibanggakan beliau.

“Sementara kondisi masyarakat yang berada di pelosok pedesaan Sumatera Utara seperti di Kabupaten Paluta, Palas, Tapsel, Sidimpuan dan daerah lainnya terkesan kurang mendapatkan perhatian,” sebut Fauzan, Senin (1/3/2021).

Fauzan mengingatkan hal itu, setelah melihat langsung kondisi masyarakat di daerah pemilihannya (lewat kunjungan reses 21 hingga 28 Februari), yang banyak terpuruk dalam penderitaan berkepanjangan, salah satunya sebagai ekses munculnya wabah pandemi Covid-19.

Perekonomian masyarakat di pedesaan saat ini, khususnya sejumlah desa di Kabupaten Paluta, Palas, Tapsel dan Sidimpuan yang baru dikunjunginya, cenderung semakin sulit dan membuat mereka hidup dalam kesusahan.

“Menyikapi kesulitan masyarakat di daerah ini, kita tidak melihat adanya program dan upaya nyata Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk membuat perekonomian masyarakat kembali bangkit dan melupakan penderitaan yang sudah lama dirasakan mereka,” kata Fauzan.

Dikatakannya, akibat lebih sibuk mengurusi proyek mercusuar menyebabkan sejumlah infrastruktur jalan provinsi di Kabupaten Paluta misalnya, berada dalam keadaan rusak parah dan kupak-kapik.

“Seperti, kondisi jalan di Desa Janji Manahan menuju Sipiongot, Kabupaten Padang Lawas Utara, yang sangat parah dan sukar dilalui masyarakat setempat,” ungkap Ahmad Fauzan.

Demikian halnya dengan jalan menuju usaha tani, baik itu ke perkebunan maupun lahan pertanian masyarakat. Sehingga, masyarakat sangat sulit mengangkut hasil-hasil dari ladang (sayur-sayuran) dan kebun (sawit dan karet) untuk dibawa ke rumah atau pasar.

Jalannya sangat luar biasa parah dan kupak-kapik, sehingga tidak bisa dilalui mobil. Bahkan dengan mengendarai sepeda motor berjarak 2 Km, bisa menempuh waktu selama 2 jam sampai ke tujuan.

“Justru, akan lebih cepat lagi sampai, saat warga jalan kaki,” kata Fauzan seraya meminta pihak berkompeten di Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara, supaya segera melakukan perbaikan jalan tersebut.

Pada bahagian lain, politisi muda yang vokal dan energik ini juga menyatakan kekecewaannya terhadap tata kelola pemerintahan di Provinsi Sumatera Utara.

Dalam hal ini Asisten Pemerintahan (Aspem) Provsu, terkait dengan penentuan tapal batas daerah, yang sangat tidak tertata dengan baik, semrawut, dan amburadul.

Misalnya ada jalan dari Kabupaten Labuhan Batu, tiba-tiba kita sudah masuk ke Paluta, masuk lagi ke Labuhan Batu, masuk Labusel dan masuk lagi ke Padang Lawas Utara.

“Untuk itu, kita minta kepada Gubsu supaya mengingatkan Aspem untuk kembali menata ulang tapal batas setiap kabupaten di Sumatera Utara,” harap Fauzan.

Kegiatan reses yang dilaksanakan Fauzan antara lain di Desa Janji Manahan, Kecamatan Dolok Kabupatan Paluta, Desa Bahap Kecamatan Dolok Kabupaten Paluta, Desa Huta Baru Kecamatan Dolok Kabupaten Paluta, serta sejumlah desa di Tapsel, dan Padang Sidimpuan.(UJ)

Berita sebelumyaListrik di Sumut Surplus, Daya Cadangan Capai 1.346 MW
Berita berikutnyaHari Pertama Kerja, Wakil Wali Kota Binjai Gelar Sidak