Masyarakat Sukarame Makmur Lestarikan Budaya Pajoh Bu Lam Situk

689

garudaonline-Bireuen | Upaya melestarikan dan pengembangan adat budaya yang merupakan warisan Endatu (nenek moyang), seperti Pajoh Bu Lam Situk dalam acara Khanduri Gle perlu dipertahankan sejauh tidak bertentangan dengan agama Islam.

Itulah acuan dan landasan prosesi pelaksanaan acara Khanduri Gle melestarikan budaya adat Pajoh Bu Lamsituk (makan nasi bersama di pelepah pinang) sebagai realisasi pelestarian budaya yang sudah langka oleh masyarakat Desa Sukarame Makmur.

Demikian diungkapkan tokoh masyarakat Leubu/ Makmur, Nurdin Ismehram kepada garudaonline, Selasa (2/3/2021) di Bireuen dari hasil perbincangan terkait adat istiadat dan budaya.

Nurdin menyebutkan, di Aceh umumnya dan Bireuen khususnya banyak budaya tradisional seperti kesenian-kesenian dan acara adat lainnya sangat beragam, namun tetap bernafaskan Islam.

“Karenanya, perlu dilestarikan dan dikembangkan apakah dengan memodifikasi dengan kreasi baru, dan yang terpenting tidak melanggar aturan agama Islam,” kata Nurdin.

Untuk itu, setiap kegiatan yang dilakukan baik itu pertunjukan, kegiatan adat istiadat berupa khanduri turun ke sawah, Khanduri Gle (gunung), peusijuk (tepung tawar) letak batu pertama atau kelanjutan pembangunan.

Menerima tamu terhormat dalam acara resmi, atau lainnya sebagai pengambilan sempena tidak dapat dilepaskan dari kebudayaan Islam dan pengaruh kuat dari nenek moyang terdahulu.

Tamu yang hadir dalam undangan khanduri Pajoh Bu Lam Situk pun heran dan ada yang tercengang karena prosesi acara Pajoh Bu Lam Situk memang sudah sangat langka dan nyaris terkubur.

Ketua Dewan Kesenian Aceh (DKA) Kabupaten Bireuen H Mukhlis AMd yang akrab disapa H Mukhlis Takabeya, mengapresiasi Desa Sukarame Makmur Kabupaten Bireuen yang melestarikan budaya Pajoh Bu Lam Situk secara bersama.

“Alhamdulillah bagus dan itu memang perlu dilestarikan untuk lebih erat jalinan kasih merajut tali silaturahmi,” pungkas H Mukhlis, yang menyebut perlu untuk mempertahankan tradisi Indatu. (HERA)

Berita sebelumyaRakerda ke-18 IPQAH Kabupaten Bireuen Lancar dan Sukses
Berita berikutnyaDPRD Langkat : Operasional Galian C Ilegal di Buluh Telang Harus Dihentikan