Ingin Tebus Sepmor yang Digadaikan Motif Pembunuhan Ojol di Binjai

462

garudaonline-Binjai | Polres Binjai menggelar press release dalam kasus/perkara pembunuhan berencana atau pembunuhan atau penganiayaan mengakibatkan matinya orang, Jumat (26/3/2021).

Adapun tersangka dalam kasus ini adalah Riki Darmawan alias Mawan (22) warga Jalan HA Hasan, Lingkungan V Kelurahan Limau Sundai, Kecamatan Binjai Barat.

Sedangkan korban dalam kasus LP/189/III/2021/SPKT-B/Res Binjai, 20 Maret 2021 ini adalah Iwan Suranta Nainggolan (43) driver Go-jek, warga Jalan Anggrek, Gang Manis No 06, Lingkungan ll Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Binjai Utara.

Kapolres Binjai AKBP Romadhoni Sutardjo didampingi Kasatreskrim dan Kasubbaghumas mengatakan, akibat dari perbuatannya, tersangka diancam Pasal 340 sub Pasal 348 sub Pasal 351 ayat (3) KUHP.

“Ancamannya hukuman mati atau 20 tahun penjara,” ungkap Kapolres AKBP Romadhoni.

Disebutkan, kejadian ini terjadi pada Sabtu (20/3) dinihari pukul 00.15 WIB, yang dilakukan tersangka di Jalan T Amir Hamzah, Gang Martini, Lingkungan l Kelurahan Jati Karya, Kecamatan Binjai Utara.

Tersangka berhasil diamankan pada Selasa (23/3) malam, sekira pukul 23.00 WIB di Jalan HA Hasan, Lingkungan V Kelurahan Limau Sundai, Kecamatan Binjai Barat.

Petugas mengamankan barang bukti berupa 1 unit sepeda motor nopol BK 6995 LW, satu helm Go-jek warna hijau hitam, 1 jaket parasut warna hitam merk Maru yang berlumuran darah.

1 baju kemeja lengan panjang warna hitam hijau yang berlumuran darah, 1 celana panjang warna biru merk Nevada berlumuran darah, 1 Unit HP merk Samsung dan 1 sarung Pisau.

Sedangkan barang bukti yang disita dari tangan tersangka yaitu, 1 Jeans warna hitam merk Emba dan 1 ikat pinggang warna hijau merk Quickness.

Kapolres menjelaskan, kejadian berawal saat tersangka menggadaikan sepeda motor (sepmor) milik abangnya seharga Rp3.000.000. Namun, ia tidak bisa menebusnya.

Karena terus didesak abangnya, lanjut AKBP Romadhoni, timbul niat tersangka melakukan pencurian. Rencana jahat itupun mulai dipikirkannya.

Tersangka yang sudah bingung, lalu pulang ke rumah dengan berjalan kaki untuk mengambil sebilah pisau dari lemari pakaian dan diselipkannya di pinggang sebelah kanan.

Selanjutnya, tersangka pergi ke Suzuya dengan cara menumpang. Sesampainya di Suzuya, sekira pukul 23 WIB, tersangka melihat ada Go-jek sepeda motor Jupiter, lalu minta diantar ke Jalan T Amir Hamzah.

Namun di perjalanan, tersangka masih ragu untuk melakukan pencurian sepeda motor milik Driver Go-jek tersebut, sehingga ia minta diturunkan di Gang Martini, Kelurahan Jati Makmur.

Karena ragu, tersangka kembali pergi ke depan Suzuya dengan cara menumpang becak, selanjutnya berjalan kaki menuju Tugu Binjai.

Sesampainya di Tugu Binjai, tersangka kembali naik beca dan diantar ke Bakso Bang Is, yang berada di Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Binjai Utara.

Selanjutnya berjalan kaki menuju simpang Kantor PLN Binjai. Berjarak sekitar 100 meter dari dirinya, tersangka melihat seorang korban bersama temannya sedang duduk di sebuah warung sembari bermain Handphone.

Selanjutnya, tersangka mendekati korban sembari mengatakan “Pak, bisa pesankan Go-jek, aku mau ke Gang Martini”.

Pertanyaan tersangka pun dijawab dengan korban dengan ucapan “Sudah, saya antar aja, gak usah pakai aplikasi, offline saja” dan dijawab tersangka dengan tersangka dengan ucapan “Ya udah pak”.

Akhirnya, dengan memakai jaket berwarna hitam dan memakai helm Go-jek, korban mengendarai sepeda motor Honda Beat warna merah, langsung memboncengnya menuju Gang Martini.

Sekitar pukul 00.15 WIB, saat tiba di Gang Martini, tepatnya di Lingkungan l Kelurahan Jati Karya, Kecamatan Binjai Utara, tersangka mengambil sebilah pisau dari pinggang sebelah kanan dari pinggang sebelah kanan dengan menggunakan tangan kanannya.

Kemudian, tersangka mencabut pisau dari sarungnya sembari tangan kanannya memegang pisau, sedangkan tangan kirinya memegang sarung pisau.

Dalam hitungan detik, pisau tersebut langsung ditusukkan ke arah leher kanan korban sebanyak sekali, dan kembali menusukkan ke arah belakang bagian badan korban dua kali.

Mendapat tusukan dari tersangka, korban pun langsung menjerit sembari minta tolong yang berakibat pada goyangnya sepeda motor milik korban.

Karena sepeda motor tersebut goyang, tersangka pun melompat. Sedangkan korban langsung jatuh. Dan saat itu, sarung pisau yang dipegang tersangka pun terjatuh.

Melihat korban menjerit meminta tolong, tersangka langsung ketakutan dan pergi ke arah kebun sawit. Berjarak kurang lebih 200 meter dari TKP, tersangka pun langsung membuang pisau ke semak-semak.

Sembari membuka jaket, tersangka kembali berjalan sembari membuang pisau. Namun, tak jauh dari situ, tersangka melihat sumur milik warga dan langsung membersihkan badannya.

Saat berada di sumur, tersangka melihat ada celana pendek warna coklat di dinding sumur dan memakainya. Tersangka juga sempat pulang ke rumah dan mandi untuk membersihkan badan.

Usai ganti baju, tersangka membawa baju kaos warna biru Dongker, serta celana pendek warna coklat untuk dibuangnya ke Sungai Limau Sundai.

“Tersangka membuang pisau dan pakaian yang dipakai tersebut, agar tersangka tidak teringat dengan korban,” ujar Kapolres Binjai.

Sementara itu, tersangka yang mengaku tidak mempunyai pekerjaan tetap ini mengaku menyesal atas perbuatan dilakukannya.

Ia juga mengatakan, perbuatan tersebut dilakukannya karena sepeda motor milik abangnya digadaikan ke lokasi Judi tembak ikan berada di sekitar Bioskop Ria, sebesar Rp 3 juta.

“Baru sekali ini saya merampok, itupun untuk menebus kereta (sepeda motor-red). Saya kabur karena korban teriak pas saya tikam,” ungkapnya. (anora)

Berita sebelumyaAksi di Mapolsek Percut Sei Tuan, Massa Ormas Islam Minta Terduga Pelaku Cabul Dipulangkan
Berita berikutnyaOwner Perkasa FM Bantu Pembangunan Rumah Penderita Hernia