Hendro Susanto : Aksi Bom Tidak Dibenarkan Agama Manapun

727

garudaonline-Medan | Aksi bom bunuh diri ini, apa pun motif dan siapa pun pelakunya tidak dibenarkan oleh agama manapun serta mencederai prinsip dasar berbangsa dan bernegara.

Ketua Komisi A DPRD Sumut, Hendro Susanto menegaskan hal itu, menyikapi kejadian peledakan bom bunuh diri di depan depan gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3/2021).

Atas dasar itu, Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD Sumut ini mengutuk keras kejadian tersebut.

“Tindakan tersebut sangat biadab dan mengoyak kedamaian bangsa Indonesia,” ujarnya.

Menurut Hendro, pelaku bom bunuh diri tersebut tidak punya perikemanusiaan dan jelas tidak beragama.

“Tidak dibenarkan di negara Indonesia yang merupakan negara Pancasila dan negara hukum, ada oknum yang menebar teror dalam bentuk apa pun kepada warga negara RI di seluruh penjuru tanah air,” tegasnya.

Wakil rakyat dari daerah pemilihan Sumut 12 (Kota binjai-Kabupaten Langkat) ini menyatakan, kita semua mengutuk dan melawan dengan keras dan tegas.

DPRD Sumut mengutuk keras aksi bom bunuh diri ini. Pelakunya jahat dan keji. Kita tidak boleh mentolelir tindakan biadab ini.

“Dan jika tujuannya hendak menyebar teror, maka Indonesia tidak boleh kalah dan menyerah dengan aksi terorisme seperti ini,” tegas Hendro.

Komisi A dan Fraksi PKS DPRD Sumut menyampaikan keprihatinan dan perasaan duka cita mendalam atas peristiwa tersebut serta belasungkawa kepada korban terdampak ledakan bom. Secara khusus, kepada saudara-saudara umat Kristiani Gereja Katedral Makassar.

Kita menyerahkan dan memercayakan sepenuhnya, pengusutan kasus ini kepada aparat keamanan.

“Semakin cepat diungkap pelaku dan aktor intelektualnya, akan semakin baik untuk kepentingan publik,” sebutnya.

Kita percayakan kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas motif dan aktor intelektualnya.

Tegakkan hukum secara tegas dan adil, tanpa pandang bulu. Agar masyarakat tenang dan suasana kembali kondusif. Keselamatan warga adalah nomor satu.

“Semoga situasi kembali kondusif dan umat Kristiani dapat kembali beribadah dengan tenang,” harap Hendro, yang juga Sahabat Kita Semua.(UJ)

Berita sebelumyaBKM Muslimin Peringati Isra’ Miraj 1422 H dan Santuni Anak Yatim
Berita berikutnyaTangkal Terorisme, Rajamin Sirait : Aktifkan Kembali Siskamling