Aktivitas Galian C Diduga Ilegal Marak di Kabupaten Asahan

802

garudaonline-Asahan | Aktivitas penambangan galian C berupa tanah merah dan tanah gamping diduga ilegal marak di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.

Tepatnya, berada di Dusun VI Desa Taman Sari, Kecamatan Pulo Bandring, Kabupaten Asahan.

Kegiatan penambangan menggunakan alat berat berupa biku dan puluhan dump truck sebagai pengangkut tanah galian.

Ironisnya lagi sesuai pantauan lokasi galian C berada di perbukitan diapit komplek pekuburan Kristen merupakan tanah wakaf.

Camat Kecamatan Pulo Bandring Jutawan Sinaga membenarkan, di wilayah tugasnya yakni di Desa Taman Sari ada kegiatan penambangan galian C sudah setahun beroperasi.

Bahkan, tim dari provinsi pun sudah turun ke lokasi penambangan, namun hingga saat ini belum diketahui hasilnya.

“Setahu saya kegiatan penambangan galian C di Dusun VI Desa Taman Sari belum memiliki izin, bahkan tim dari provinsi sudah turun ke lokasi, namun hasilnya belum diketahui,” ujar Jutawan saat dihubungi via seluler, kemarin.

Tak sampai di situ, Kepala Desa Taman Sari Arvin Simatupang saat ditemui di ruang kerjanya kantor desa setempat mengatakan, areal lokasi penambangan merupakan tanah warga.

Dirinya sebagai Kepala Desa Taman Sari tidak pernah mengeluarkan surat apa pun tentang usaha penambangan tersebut.

“Saya sebagai Kepala Desa Taman Sari tidak pernah mengeluarkan surat apa pun tentang usaha galian C tersebut,”ungkap Simatupang. (Hans)

Berita sebelumyaPenerimaan Akpol, Bintara, Tamtama Polri 2021 di Polres Batu Bara, Sudah 70 Casis Mendaftar
Berita berikutnyaDipecat Tanpa Pesangon, Mantan Karyawan PT AJB Ajukan Tripartit