Bupati Asahan Ajak Tuntaskan Program Pembangunan Almarhum Taufan Gama

119
Bupati Asahan H Surya, saat memberikan sambutan pada haul ke-2 almarhum Taufan Gama Simatupang. (garudaonline/ hamdan rangkuti)

garudaonline-Kisaran | Pemerintah Kabupaten Asahan melaksanakan peringatan Haul 2 Tahun berpulangnya ke rahmatullah almarhum Buya Drs H Taufan Gama Simatupang MAP, Kamis (22/04) malam.

Almarhum Taufan Gama Simatupang merupakan Bupati Asahan periode sebelumnya berpasangan dengan bupati terpilih saat ini H Surya.

Adapun rangkaian acara yang digelar di rumah dinas Bupati Asahan. Yakni pembacaan tahtim/ tahlil dibawakan Buya Syakban Nasution, Zikir dibawakan Supian MA, doa oleh Ketua MUI Kabupaten Asahan Salman Abdullah Tanjung Lc MA.

Bupati Asahan, Surya dalam sambutannya mengajak masyarakat untuk selalu berpikir positif dan berbaik sangka untuk kemajuan Kabupaten Asahan ke depan.

Utamanya dalam melanjutkan program-program pembangunan yang telah direncanakan almarhum.

“Mari kita tuntaskan program pembangunan yang belum terselesaikan oleh almarhum di masa kepemimpinan beliau,” ajak Bupati Surya.

Sementara, mewakili keluarga almarhum Taufan Gama Simatupang, Armen Simatupang atas nama keluarga besar almarhum menyampaikan ucapan terima kasih atas pelaksanaan Haul 2 tahun almarhum dan ke depan akan mendukung program pembangunan di Kabupaten Asahan.

Sedangkan, Ketua IMTAQ Kabupaten Asahan Ahmad Qosyim Marpaung dalam ceramah agamanya menyampaikan pentingnya sikap sabar dalam menghadapi musibah. Allah mencintai orang-orang yang bersabar.

Dia akan selalu dekat dengan orang yang bersabar, memberikan kebahagiaan pada orang-orang bersabar, serta Allah akan memberikan pahala dan ganjaran tanpa batas bagi orang-orang sabar.

Selain itu, secara garus besar sabar bisa dikategorikan pada tiga bagian utama, yaitu pertama, sabar karena pertolongan Allah. Artinya, seseorang mengetahui kesabaran karena pertolonganNya. Dan, Allahlah yang menganugerahkan kesabaran kepada hambaNya.

Kedua, sabar untuk Allah SWT. Maknanya, pendorong umat untuk bersabar adalah karena cinta padaNya. Penuh harap dan mendekat dengan berbagai ragam ketaatan kepadaNya.

Bukan hanya untuk memperlihatkan jiwa yang kuat dan ketabahan terhadap manusia lain ataupun tujuan lain.

Ketiga, sabar beserta Allah. Yakni, sabar yang dilakukan sesuai dengan hukum-hukum Allah. Sehingga, dia dapat menegakkan hukum Allah sekuat tenaga, pikiran, dan hatinya.

“Mari kita bersabar dalam menghadapi segala cobaan dan musibah, karena orang sabar disayang Allah SWT,” tutup Ahmad Qosyim Marpaung. (Hans)

 

 

Berita sebelumyaKeberhasilan RB Kemendagri Jadi Penentu bagi Pembangunan di Daerah
Berita berikutnyaCegah Covid, Ketua DPRDSU Ajak Masyarakat Patuhi PPKM Berbasis Mikro