Kejari Dairi Dinilai Keliru Lakukan Penahanan Terhadap Anwar Sani Tarigan

147
Anwar Sani Tarigan

garudaonline-Medan | Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut H Anwar Sani Tarigan menilai, Kejaksaan Negeri (Kejari) Dairi keliru menahan dan menetapkan dirinya sebagai terdakwa dalam kasus tindak pidana korupsi cetak sawah di Desa Simungun, Kabupaten Dairi.

Karena itu, pihaknya akan melakukan upaya hukum lebih lanjut untuk mendapatkan keadilan yang sesungguhnya.

“Sangat tidak tepat dijatuhkan putusan tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan negara untuk pekerjaan cetak sawah di Desa Simungun, terhadap saya, sehingga saya akan lakukan upaya hukum,” kata Anwar Sani, melalui relisnya yang dikirim kepada wartawan, Kamis (6/5) sore di Medan

Apalagi diketahui, sebut Anwar, pekerjaan yang disetujui oleh Kementerian Pertanian (Kementan) tersebut hanya untuk pekerjaan pematangan lahan, pengadaan bibit, pupuk dan pengadaan hand traktor, bukan untuk pekerjaan cetak sawah seluas 100 hektar.

Berkaitan dengan itu, pihaknya perlu mengklarifikasi atas penahanan yang dilakukan Kejari Dairi terhadap dirinya yang terjadi pada, Rabu (5/5) pukul 02.00 WIB, dengan dakwaan tindak pidana korupsi cetak sawah di Desa Simungun.

Dijelaskan Anwar Sani, pada tahun 2011 ada anggaran dari Kementan RI Rp 750 juta untuk percetakan sawah seluas 100 hektare dan pengadaan bibit yang diterima Kelompok Tani Maradu Kabupaten Dairi.

Sesungguhnya anggaran tersebut disetujui hanya untuk pekerjaan pematangan lahan, pengadaan bibit, pupuk dan pengadaan hand traktor.

“Semula perencanaan dari pekerjaan yang diajukan, harus ada terlebih dahulu pembangunan bendungan saluran bangunan pelengkapnya,” ujar Anwar Sani.

Apabila bendungan tersebut tidak ada, kata mantan Ketua Komisi D DPRD Sumut ini, maka percetakan sawah di Desa Simungun akan sia-sia, karena tidak ada air yang mengaliri hingga areal persawahan sesuai perencanaan semula.

Lagi pula pada saat pekerjaan proyek itu, kata Anwar Sani, pihaknya sebagai penghubung antara kelompok tani dengan pemilik alat berat sesuai perintah Sekda saat itu.

“Itu terjadi ketika saya menjabat Kepala PD Pasar Kabupaten Dairi,” ungkapnya.

Demikian penjelasan Anwar Sani mengenai kasus yang menimpa dirinya dengan tuduhan tindak pidana korupsi, sehingga pihaknya akan terus berjuang demi menegakkan kebenaran dan mendapatkan keadilan.(R/UJ)

Berita sebelumyaKunker ke Jawa Timur, Presiden Jokowi Tinjau PPDI, BMI hingga Pengolahan Sampah
Berita berikutnyaBupati Aceh Timur Tinjau Posko PPKM Mikro Sampai ke Tingkat Gampong