Covid-19 Meningkat, Wali Kota Binjai Rakor dengan Gubsu

484
Wali Kota Drs H Amir Hamzah MAP dan Satuan Gugus Tugas Covid-19 Kota Binjai saat mengikuti rapat koordinasi secara virtual dengan Gubernur Sumatera Utara

garudaonline-Binjai | Pemko Binjai dan Satuan Gugus Tugas Covid-19 Kota Binjai mengikuti Rapat Koordinasi secara virtual dengan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi di Binjai Command Center (BCC), Selasa (18/5/2021).

Turut hadir Wali Kota Drs H Amir Hamzah MAP, Pj Sekda H Irwansyah Nasutio SSos, Asisten I Ernawati SH, Asisten II Ir Dahnial Reza, Asisten III Drs Meidy Yusri, Dirut RSUD Djoelham Dr David Tambun, Kadis Kesehatan Dr Sugianto SPOG, Kadis Kominfo Ahmad Ilham, Kabag Adpemja Zulfikar, Kabag Umum Sofyan Siregar, Kabag Humas Abdullah Rainy, perwakilan Satpol PP dan BPBD Binjai.

Dalam rakor itu, Gubsu menyampaikan, berhubung dalam 14 hari terakhir jumlah kasus Covid–19 terus meningkat di sebagian besar Sumatera Utara, Pemprovsu mengimbau agar masing–masing daerah melakukan pengawasan lebih ketat dalam menegakkan protokol kesehatan terhadap masyarakat.

Rata-rata kasus Covid-19 di Sumut mencapai 80,92 per hari 14 hari terakhir (4-17 Mei), meningkat 8% bila dibandingkan dengan periode sebelumnya (65,42 kasus pada 20 April-3 Mei).

Untuk mengendalikan kasus Covid-19, Gubsu Edy Rahmayadi menerbitkan Instruksi Gubernur Sumut Nomor 188.54/14/INST/2021 tentang Pembatasan Kegiatan Masyarakat dalam Rangka Pengendalian Penyebaran Covid-19.

Sesuai surat pembatasan kegiatan masyarakat tersebut, Gubsu mengimbau akan memberlakukan pembatasan jam operasional seperti untuk pusat perbelanjaan dan mal hanya sampai dengan pukul 9 malam.

Sedangkan tempat hiburan lainnya seperti karaoke keluarga, diskotik, club malam, dan bar live music selama 14 hari terhitung mulai tanggal 18 Mei sampai dengan 31 Mei 2021 tidak diizinkan beroperasi.

Untuk tempat ibadah akan dilakukan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat bagi daerah zona hijau dan kuning dengan kapasitas 50 persen. Untuk restoran/ rumah makan/ cafe/ warung makan serta tempat makan/minum kaki lima diberikan kapasitas hanya sebesar 50 persen dari kapasitas total pengunjung dan diijinkan beroperasi sampai pukul 9 malam. Untuk selebihnya akan diberlakukan liburan makanan atau minuman melalui pesan antar atau dibawa pulang.

Kemudian terkait kapasitas tempat tidur di rumah sakit yang menangani pasien Covid-19 semakin menipis, Gubsu Edy Rahmayadi meminta untuk dilakukan penambahan tempat tidur sebesar 30 persen di beberapa rumah sakit yang menampung pasien Covid-19 di wilayah Provinsi Sumatera Utara.

“Penanganan Covid-19 tidak boleh sampai kendor, belajar dari kasus India kita tidak boleh kendor dalam menerapkan protokol kesehatan dan harus lebih diperketat untuk meminimalisir ledakan Covid-19 di masyarakat,” tandas Gubsu.

Edy Rahmayadi meminta kepada Bupati/Walikota untuk segera menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwal) atau Peraturan Bupati (Perbup) terkait instruksi ini. Dengan begitu langkah pengetatan Prokes di kabupaten/ kota bisa berjalan secepatnya. (anora)

Berita sebelumyaKabid Humas Polda Sumut: Posko Satgas Covid-19 akan Dioptimalkan Hingga ke Dusun
Berita berikutnyaKendalikan Penyebaran Covid, Pemkab Langkat Siap Laksanakan Instruksi Gubsu