Ilyas Sitorus : Disdik Batu Bara Prioritaskan Pelayanan Publik

530
Kadisdik Ilyas Sitorus saat memimpin Fikus Group Discussion (FGD) jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Batu Bara

garudaonline-Batu Bara | Dinas Pendidikan sebagai salah satu OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batu Bara prioritaskan salah satu tupoksi sebagai penyelenggara pelayanan publik.

Pelayanan tentu ada serangkaian instruksi tertulis yang dibakukan mengenai berbagai proses penyelenggaraan administrasi perkantoran berisi cara melakukan pekerjaan, waktu pelaksanaan, tempat penyelenggaraan, dan petugas berperan dalam kegiatan dimaksud.

Dengan sebutan lain adalah sistem disusun untuk memudahkan, merapikan dan menertibkan pekerjaan. Sistem ini berisi urutan proses melakukan pekerjaan dari awal sampai akhir, itulah yang disebut SOP.

Hal itu disampaikan Kadisdik Batu Bara Ilyas Sitorus saat memimpin Focus Group Discussion (FGD) bersama pejabat dan jajaran Disdik Batu Bara serta pemerhati pendidikan dan layanan publik di Aula Disdik Batu Bara Perupuk, Kamis (20/5/2021).

Menurut Ilyas, FGD khusus membahas SOP atau Standar Operasional Prosedur yang merupakan dokumen berisi serangkaian instruksi tertulis yang dibakukan mengenai berbagai proses penyelenggaraan administrasi perkantoran.

Termasuk bagaimana cara melakukan pekerjaan tersebut, waktu pelaksanaan, tempat penyelenggaraan dan siapa berperan melakukan kegiatan dimaksud.

Singkatnya adalah SOP adalah urutan langkah-langkah dalam pelaksanaan pekerjaan. Kesemua ini adalah untuk mendorong kepatuhan pemerintah daerah khususnya OPD/ Dinas dalam menyusun, menetapkan dan mempublikasi standar pelayanan publik.

“Yakni, sebagai acuan dalam penyelenggaraan pelayanan publik,” tegas Ncekli sapaan akrab Kadisdik Batu Bara seraya mengharapkan dukungan dari semua pihak agar layanan ini dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan.

Karena ULA (Unit Layanan) ini akan melayani kebutuhan tamu atau masyarakat yang membutuhkan pelayanan berkaitan dengan pendidikan. Nantinya tamu akan menanti di ruang telah disiapkan dan pejabat atau petugas berkaitan dengan urusan dimaksud akan langsung membantunya.

Kadisdik menyampaikan, tujuan pembuatan SOP adalah untuk menjelaskan perincian atau standar yang tetap mengenai aktivitas pekerjaan berulang-ulang yang diselenggarakan dalam suatu organisasi.

Sehingga konsistensi dalam kinerja sekaligus sebagai acuan dalam pelaksanaan kegiatan tertentu bagi sesama pekerja, dan supervisor/pengawas serta menghindari dan mengurangi konflik, keraguan, duplikasi serta pemborosan dalam proses pelaksanaan kegiatan.

Dengan kata lain tujuan SOP ini adalah merupakan parameter untuk menilai mutu pelayanan dan lebih menjamin penggunaan tenaga dan sumber daya secara efisien dan efektif.

Di samping itu, SOP akan menjelaskan alur tugas, wewenang dan tanggung jawab dari petugas terkait sebagai dokumen yang akan menjelaskan dan bila terjadi suatu kesalahan administratif.

“SOP ini akan bisa memberikan perlindungan bagi organisasi dan petugas,” kata Kadisdik yang dikenal kreatif dan bersahabat dengan kalangan jurnalis ini.

Sedangkan fungsi SOP memperlancar tugas petugas/pegawai atau tim/unit kerja, sebagai dasar hukum bila terjadi penyimpangan, mengetahui dengan jelas hambatan-hambatannya dan mudah dilacak, mengarahkan petugas/pegawai untuk sama-sama disiplin dalam bekerja dan sebagai pedoman dalam melaksanakan pekerjaan rutin.

Dengan demikian SOP akan bermanfaat sebagai penetapan tertulis mengenai apa yang harus dilakukan, kapan, di mana dan oleh siapa dan dibuat untuk menghindari terjadinya variasi dalam proses pelaksanaan kegiatan oleh pegawai yang akan mengganggu kinerja organisasi/ instansi pemerintah secara keseluruhan.

“SOP ini juga akan membantu staf menjadi lebih mandiri dan tidak tergantung pada intervensi pimpinan, sehingga akan mengurangi keterlibatan pimpinan dalam pelaksanaan proses sehari-hari,” sebut Ilyas.

SOP mempunyai prinsip, penyusunan SOP harus memenuhi prinsip kemudahan, kejelasan, efisiensi, efektivitas, keselarasan, keterukuran, dimanis, berorientasi pada pengguna, kepatuhan hukum, dan kepastian hukum.

Turut hadir Sekretaris Disdik Darwinson Tumanggor, Kabid Dikdas Basrah, Kabid GTK Ruslan, Ketua MKKS SMP Tobok S, K3S se-Kabupaten Batu Bara, Kasi Kasubbag Disdik, unsur PGRI dan Korwas Solihin, Korwil, Pengawas dan Penilik se-Kabupaten Batu Bara serta Perwakilan UPTD TK, SD, dan SMP.(UJ)

Berita sebelumyaPemko Binjai Peringati Hari Kebangkitan Nasional ke-113
Berita berikutnyaLitbang Kemendagri Gelar Simulasi Pengukuran Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah