Hendro Susanto : Oknum ASN Jual Vaksin Tindakan Tak Bermoral, Harus Diusut Tuntas

736
Ketua Komisi A DPRDSU, Hendro Susanto

garudaonline-Medan | Ketua Komisi A DPRD Sumut Hendro Susanto menyatakan, prihatin dan kaget mendapat kabar dari pihak kepolisian, Jumat (21/5/2021), berhasil menangkap oknum ASN Pemprovsu yang diduga menjual vaksin secara ilegal ke pihak luar.

Menurut Hendro, tindakan tersebut sangat tidak bermoral, karena telah merampas hak orang lain untuk mendapatkan layanan kesehatan agar terhindar dari Covid-19.

“Ini harus diusut tuntas dan para pelakunya supaya diberi hukuman berat,” tegas politisi muda yang kreatif dan vokal menyuarakan aspirasi rakyat ini.

Disebutkan, terdapat sejumlah oknum yang sudah diciduk oleh pihak Kepolisian Daerah Sumatera Utara yang berasal dari Dinas Kesehatan Pemprovsu dan Lembaga Pemasyarakatan.

Hendro prihatin dan sangat menyayangkan, karena vaksin itu tidak untuk diperjualbelikan. Sebab, pemerintah membeli vaksin itu dari negara lain untuk diberikan kepada warga negara sesuai dengan prioritas, baik itu lansia, tenaga kesehatan, dan lainnya.

Vaksin tersebut seharusnya diberikan untuk para narapidana di Lembaga Pemasyarakatan, namun terdapat indikasi vaksin tersebut diperjualbelikan ke pihak luar.

Hendro minta pihak kepolisian supaya membuka jalurnya secara terang benderang, supaya dicek jalur dan skemanya. “Ini diduga mungkin tidak berdiri sendiri, tapi bisa berkembang lebih jauh,” ujarnya.

Harus dibuka dan disampaikan kepada publik Sumatera Utara, supaya jelas. “Tindakan ASN tersebut telah menodai dan mencederai semangat Gubsu Edy Rahmayadi dalam upayanya menghadirkan Sumut Bermartabat,” katanya.

Hendro mengingatkan, perlu dilakukan upaya sistemik dan tindakan yang terukur sesuai dengan aturan berlaku untuk menghadirkan efek jera kepada ASN dan pihak lainnya.

Efek jera ini harus diberikan supaya tidak lagi oknum bermain-main dan berupaya mengambil keuntungan sesaat. Apalagi, saat ini kita tengah berupaya menurunkan prevalensi Covid di Sumut, baik di hulu maupun hilirnya.

“Mohon maaf saya gagal mengadvokasi salah seorang warga dari Langkat yang ibunya masuk rumah sakit karena Covid, karena kondisinya tidak stabil dan meninggal bagda Jumat tadi,” kata Hendro.

Hendro menambahkan, dirinya juga baru mengadvokasi beberapa pasien Covid. Pihaknya mengajak Gubsu dan kepala daerah se-Sumut, supaya rajin turun mengecek kondisi masyarakat, jangan sampai rumah sakit tidak siap menerima lonjakan pasien Covid.

Lebih jauh Komisi A DPRD Sumut mengapresiasi langkah cepat pihak kepolisian untuk menghadirkan suasana keamanan, kenyamanan dan ketertiban di tengah masyarakat Sumatera Utara.

Apresiasi luar biasa layak diberikan kepada pihak kepolisian, setelah kemarin Komisi A DPRD Sumut langsung ke Tanjung Balai, pihak kepolisian setempat berhasil menangkap bandar narkoba yang hendak berupaya menyelundupkan narkoba.

Hendro mengapresiasi kinerja Kapolres Tanjung Balai AKBP Putu Yudha Prawira SIK MH, yang berhasil menggagalkan penyelundupan barang haram sabu-sabu 37 kilo, yang jika dirupiahkan bernilai Rp37 miliar.

“Keberhasilan menggagalkan ini bermakna, Kapolres Tanjung Balai dan jajarannya hadir untuk melindungi masyarakat dari ancaman penyalahgunaan narkoba,” ujar Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD Sumatera Utara ini.(UJ)

Berita sebelumyaSimpan Sabu 400 Gram di Tapak Sandal, Dua Driver Asal Jakarta Disidang
Berita berikutnyaTerkait Jual Vaksin Secara Ilegal, Kemenkum HAM Tunggu Proses Hukum Dokter Rutan Berinisial IW