Antar Sabu 10 Kg, Tiga Kurir Dituntut Seumur Hidup

144
Para terdakwa saat menjalani sidang virtual

garudaonline – Medan | Jaksa Penuntut Umum (JPU) Abdul Hakim Sori Muda Harahap menuntut tiga terdakwa bernama Muhammad Taufik alias Taufik (27), Zuriaman alias Man (23) dan M Jafar alias Bang Pon (37) masing-masing selama seumur hidup penjara.

Ketiga warga Kabupaten Aceh Utara ini dinilai terbukti menjadi kurir narkotika jenis sabu seberat 10 kg.

“Meminta majelis hakim supaya menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada ketiga terdakwa masing-masing selama seumur hidup,” ujar JPU dalam sidang virtual di Ruang Cakra VII Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (9/6/2021).

Menurut JPU, perbuatan ketiga terdakwa terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Usai mendengarkan tuntutan, Hakim Ketua, Syafril Pardamean Batubara menunda sidang hingga pekan depan dengan agenda pembelaan (pledoi) dari ketiga terdakwa maupun penasehat hukumnya.

Dalam dakwaan JPU Abdul Hakim Sori Muda Harahap, pada Minggu tanggal 11 Oktober 2020, petugas Ditres Narkoba Polda Sumut mendapat informasi bahwa ada tiga pria yang akan membawa dan menjadi perantara jual beli sabu dari Aceh menuju Sumut.

Tak lama, ketiga terdakwa tiba di Kecamatan Besitang Kabupaten Langkat dan petugas langsung menuju ke lokasi yang dimaksud. “Namun, petugas mendapat informasi lain bahwa ketiga terdakwa diketahui berbalik arah menuju Aceh,” ujar JPU.

Sehingga petugas melakukan pengejaran terhadap ketiga terdakwa di Jalan lintas Medan-Banda Aceh Kampung Beusa Seberang Kecamatan Peurelak Barat Kabupaten Aceh Timur. Tak lama, petugas melihat ketiga terdakwa sedang mengendarai becak motor (betor) merk Honda Win tanpa plat.

Tanpa basa basi, petugas langsung menghadang perjalanan betor itu dan melakukan penangkapan terhadap ketiga terdakwa.

“Saat digeledah di dalam bagasi betor, petugas menemukan satu karung goni plastik warna putih berisi 10 bungkus kemasan teh cina warna hijau merk CHINESE PIN WEI yang didalamnya terdapat sabu seberat 10.000 gram (10 kg),” tandas Abdul Hakim.

Kepada petugas, ketiga terdakwa mengakui sabu tersebut diperoleh dari seseorang tidak dikenal bernama Mustafa. Selain itu, ketiga terdakwa mengaku dikendalikan oleh Raja Salman alias Tuan (DPO) untuk menjadi perantara jual beli sabu.

“Rencananya, sabu itu akan dibawa dari Aceh menuju Sumut. Apabila ketiga terdakwa berhasil menyerahkan sabu tersebut kepada penerima, maka mereka akan memperoleh upah sebesar Rp 10.000.000, dari Raja Salman. Ketiga terdakwa baru menerima biaya perjalanan sebesar Rp 2.000.000,” jelas JPU dari Kejatisu tersebut.

Untuk pemeriksaan lebih lanjut, ketiga terdakwa berikut barang bukti dibawa ke Kantor Ditres Narkoba Polda Sumut.

(RD)

Berita sebelumyaGubsu Akui Sistem PPDB yang Selalu Berubah Jadi Kendala
Berita berikutnyaPlt Kadistan Langkat : Lulusan Pertanian Punya Peluang Besar Bekerja