Antar Sabu 8 Kg dari Dumai ke Medan, Mahasiswa Asal Aceh Dipenjara 18 Tahun

149
Persidangan perkara narkotika berlangsung di PN Medan. (Ist)
Persidangan perkara narkotika berlangsung di PN Medan. (Ist)

garudaonline – Medan l Terbukti antar narkotika jenis sabu seberat 8 kg (8.000 gram) dari Dumai ke Medan, Muhammad Khairul (21) dihukum selama 18 tahun penjara.

Mahasiswa asal warga Dusun Tgk Johan Kelurahan Alue Krak Kayee Kecamatan Langkahan Aceh ini juga dikenakan denda sebesar Rp 1 miliar subsider 4 bulan penjara.

“Menjatuhkan hukuman pidana kepada terdakwa Muhammad Khairul selama 18 tahun dan denda Rp 1 miliar subsider 4 bulan penjara,” tandas Hakim Ketua, Sayed Tarmizi dalam sidang virtual di Ruang Cakra III Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (24/6/2021).

Menurut majelis hakim, hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas narkotika. sedangkan hal yang meringankan, terdakwa berterus terang dan bersikap sopan selama persidangan.

“Perbuatan terdakwa terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika,” pungkas hakim.

Putusan ini sama dengan tuntutan (conform) dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Septian. Atas putusan ini, terdakwa maupun JPU kompak menyatakan terima.

Dalam dakwaan JPU M Rizqi Darmawan dan Septian Tarigan, pada 30 September 2020 lalu, terdakwa Muhammad Khairul disuruh oleh Ibral (berkas terpisah) untuk membawa tas ransel yang di dalamnya terdapat 8 bungkus plastik teh cina berisi sabu seberat 8.000 gram dari Dumai ke Medan.

Sabu itu akan diserahkan kepada Rahmad M Nur (meninggal dunia). “Jika sampai Medan, terdakwa dijanjikan uang sebesar Rp 10 juta, apabila sabu telah diserahkan kepada Rahmad,” ujar JPU.

Selanjutnya, terdakwa bersama Ibral dan Rahmad berangkat dari Dumai menuju Medan dengan menaiki bus yang berbeda-beda. Keesokan harinya sekira jam 09.00 WIB, terdakwa sampai di Medan.

Lalu, Rahmad menyuruh terdakwa menemuinya di satu warung untuk menyerahkan tas berisi sabu tersebut.

“Saat terdakwa hendak menemui Rahmad, petugas Satres Narkoba Polrestabes Medan melakukan penangkapan terhadap terdakwa,” pungkas Rizqi.

Setelah dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan 8 bungkus teh cina berisi sabu seberat 8.000 gram, dari dalam tas ransel yang dibawa oleh terdakwa. (RD)

Berita sebelumyaEnam Terdakwa Korupsi Pengadaan Kayak Divonis Berbeda, Mantan Kadis Paling Tinggi
Berita berikutnyaLagi, Polres Tanjung Balai Fasilitasi Vaksinasi Massal 1.085 Orang