Antrean Kapal BBM di Singapura dan Malaysia Picu Kelangkaan BBM di Sumut

383

garudaonline – Medan | Eksekutif General Manajer PT Pertamina Patra Niaga Sub Holding C&T Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut)
Asep Wicaksono menjelaskan masalah kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Sumatera Utara.

“Sebenarnya bukan langka, kalau langka minyaknya gak ada. Minyaknya ada tapi stok terbatas. Tentu kami harus atur stok itu sampai kedatangan kapal berikutnya,” kata Asep di Mapolda Sumut, Sabtu (16/10).

Menurut Asep kapal tanker yang membawa BBM dari Singapura dan Malaysia terlambat sandar di Pelabuhan Belawan. Sebab sejumlah negara juga harus mengikuti antrean untuk mendapatkan BBM dari negara tersebut.

“Pertamax ini kami impor dari Singapura, impor dari Malaysia. Yang memang kebetulan kondisi secara internasional sendiri antriannya juga luar biasa. Jadi di samping faktor cuaca, juga antrian di negara asal itu juga luar biasa. Itulah yang membuat terlambat sampai di Medan. China aja gak jual lagi. Jadi semua negara pada beli ke situ,” ucapnya.

Karena keterlambatan itu, otomatis pasokan BBM di SPBU di Sumut juga harus dikurangi. Sehingga banyak SPBU yang stok BBM nya minim. Selain itu kurangnya pasokan menyebabkan antrean kendaraan di sejumlah SPBU sehingga menyebabkan kemacetan.

“Karena kapal itu terjadi keterlambatan, otomatis penyaluran hariannya pasti terkurangi. Yang tadinya disalurkan sampai 100 persen, karena menunggu kapal berikutnya datang, otomatis penyalurannya berkurang. Itulah makamnya terjadi antrian dan kekosongan di SPBU,” urainya.

Kondisi tersebut, ucap Asep membuat Pertamina harus mengatur ulang pasokan ke SPBU agar tidak kehabisan total BBM.

“Jadi kami harus mengatur. Jangan sampai kami menyalurkan seperti biasa, kapal belum datang, BBM-nya sudah habis. Itu akan lebih berbahaya lagi. Jadi seperti awal bulan kemaren, harusnya kapal datang tanggal 2 dia baru masuk tanggal 3. Datang tanggal 4 dia baru masuk tanggal 5. Harusnya masuk tanggal 10 dia baru masuk tanggal 12. Jadi kami harus mengatur. Jadi memang kami atur sedemikian rupa supaya stok kami ada minimal sampai kapal itu sampai,” paparnya

Namun saat ini tiga kapal yang mengangkut BBM sudah sandar. Dengan begitu, Asep memastikan tidak akan terjadi lagi kelangkaan BBM di Sumut.

“Jadi mengatasi keterlambatan yang kmaren kami mencoba meningkatkan penyaluran kami di luar dari kebiasaan untuk menormalisasi kembali kondisi saat ini. Misalnya nih kami dapat info kapal tanggal 4 mau masuk, tiba tiba besoknya kapal terlambat. Ya kami atur ulang lagi penyalurannya. Jadi memang kondisinya serba mendadak juga,” ucapnya.

(Nor)

Berita sebelumyaSinergi BUMN, KAI dan SIG Luncurkan KA Angkutan Semen Bermuatan 400 Ton
Berita berikutnyaManajemen Pertamina Minta Maaf Soal Kelangkaan BBM di Sumut