Aulia Rachman Minta Kepala Pengelola Pajak Mundur Jika PAD Medan Rendah

194

garudaonline – Medan | Wakil Wali Kota Medan Aulia Rachman mengatakan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan belum menunjukkan peningkatan signifikan.

Oleh sebab itu, Aulia meminta Kaban Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Medan, Suherman mundur jika tak sanggup meningkatkan PAD Kota Medan.

“Ini yang harus terus dikejar tanpa meninggalkan wajib pajak yang lain untuk peningkatan PAD kita, targetkan berapa persen kenaikannya dan langsung eksekusi, kalau memang saudara tidak sanggup silahkan mundur,” kata Aulia Rachman dalam rapat evaluasi yang diadakan di Kantor Wali Kota Medan, Kamis (25/3/2021).

Dia menyebutkan hal ini menjadi catatan penting yang harus terus diperbaiki karena Wali Kota Medan Bobby Nasution ingin agar PAD dapat digunakan untuk mencover kesehatan seluruh masyarakat Kota Medan.

“Pak Wali Kota Medan ingin bulan delapan tahun ini seluruh masyarakat dapat tercover kesehatanya, ini membutuhkan anggaran yang besar untuk mewujudkanya,” tegas Aulia.

Tak hanya itu, tambahnya, dari hasil pantauan yang telah dilakukan selama ini, masih banyak ditemukan wajib pajak yang belum ditagih pajaknya. Bahkan pergerakan peningkatan pajak dan retribusi yang diperoleh setiap harinya hanya 1%. Potensi terbesar dari PAD Kota Medan berasal dari reklame, parkir dan PBB.

“Masih banyak tempat-tempat elit di Kota Medan yang belum dimasukan ke aplikasi pajak, ke depanya ini harus diperbaiki, dan Bapak Wali Kota Medan ingin agar aplikasi ini disinkronkan ke aplikasi yang ada di Dirjen Pajak agar semakin mudah untuk dikontrol,” ujar Aulia.

Sementara itu Kaban Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Medan, Suherman mengaku akan membuat target pajak agar PAD Kota Medan bertambah.

“Dengan adanya evaluasi ini kami akan meningkatkan kinerja agar target pajak dapat tercapai. Begitu juga terkait dengan wajib pajak yang belum membayar pajak akan terus dikejar,” pungkasnya.

(nor)

Berita sebelumyaLukman Padang : Terus Merugi, Direksi PD PAL Harus Diseleksi Ulang
Berita berikutnyaKPPU Hukum Gojek Bayar Denda Rp3,3 Miliar