Baitul Mal Bireuen Salurkan Rp 1,4 Miliar Zakat dan Infak

156
Prosesi penyaluran zakat dan infak dilaksanakan di Kantor Baitul Mal Kabupaten Bireuen. (garudaonline/ Suherman Amin)

garudaonline-Bireuen | Baitul Mal Kabupaten Bireuen menyalurkan dana zakat dan infak tahap I periode Januari–April 2021 sebesar Rp1,4 miliar lebih kepada 1.016 penerima (mustahiq) yang tersebar di seluruh wilayah kecamatan di Kabupaten Bireuen.

Prosesi pelaksanaan penyaluran dilaksanakan di Kantor Baitul Mal Kabupaten Bireuen, Jumat (7/5/2021), termasuk 31 tunanetra yang mengajukan permohonan kusus kepada Baitul Mal Kabupaten Bireuen, dan melalui Pertuni 61 orang disalurkan melalui rekening bank.

Ketua Badan Baitul Mal Kabupaten (BMK) Bireuen Tgk Muhammad Hafiq SSy didampingi Kepala Sekretariat BMK Bireuen Hamdani SAg, kepada garudaonline menyebut, dana yang disalurkan Rp1,4 miliar terdiri dari zakat Rp1,2 miliar lebih dan infak Rp 145 juta lebih.

Disebutkan, penyaluran tahap pertama tahun ini jumlah zakat relatif kecil dibanding tahap I tahun lalu sebab disesuaikan dengan penerimaan zakat hingga akhir Maret 2021. Dana zakat dan infak kata mereka dominan terhimpun dari PNS Pemkab Bireuen dan dari instansi lain.

Rincian penyaluran zakat terhadap 1.016 orang penerima adalah 215 orang fakir uzur Rp 322.500.000, hak miskin yang mengajukan permohonan melalui BMK Bireuen 393 orang Rp 393.000.000, hak miskin melalui UPZ kecamatan 204 penerima Rp204.000.000.

Kemudian kepada 61 orang miskin tunanetra Rp 42.700.000 dan 31 orang tunanetra yang mengajukan permohonan ke BMK Bireuen Rp21.700.000., kepada penderita penyakit kronis berupa biaya pendamping berobat diberikan kepada 10 orang sebesar Rp 16.500.000.

Selain itu, zakat juga disalurkan kepada muallaf lama 94 orang Rp94.000.000 dan 8 orang muallaf baru Rp20.000.000. Muallaf baru terhitung masuk Islam dua tahun terakhir.

Sementara, infak hanya terealisasi untuk biaya pelayanan mustahik fakir uzur (biaya antar) Rp10.750.000, biaya operasional untuk UPZ kecamatan Rp11.900.000, selebihnya untuk biaya pengadaan sarana dan prasarana, publikasi, sosialisasi dan pengeluaran lainnya sesuai aturan. Sehingga sisa dana infak kini Rp.7,3 miliar lebih.

“Proses pencairan dana zakat semuanya ditransfer langsung ke rekening masing-masing penerima, tetapi kepada penerima dari senif fakir (fakir uzur) yang diantar petugas ke tempat tinggal penerima yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Bireuen,” jelasnya.

Tgk Muhammad Hafiq didampingi Koordinator Bidang Sosialisasi dan Pembinaan, Murdeli SH menyampaikan terima kasih atas kepercayaan PNS Pemkab Bireuen dan sejumlah instansi seperti Polres Bireuen, PLN, Bank Aceh dan instansi lain, pengusaha yang telah menyalurkan zakat dan infak melalui Baitul Mal Kabupaten Bireuen.

Diharapkan, kepada instansi dan BUMN lain di Kabupaten Bireuen dapat menyalurkan zakat melalui Baitul Mal Bireuen. Sebab banyak BUMN di Bireuen dan perusahaan lainnya yang belum menyetor zakat dan infak ke Baitul Mal Bireuen.

“Masih banyak potensi zakat di Kabupaten Bireuen yang belum menyalurkan melalui Baitul Mal sebagai lembaga resmi, kepada pengusaha dan pemilik perusahaan kami harap untuk menunaikan zakat dan menyalurkan infak melalui Baitul Mal Bireuen,” ajak Tgk Muhammad Hafiq. (HERA)

Berita sebelumyaBupati Asahan Imbau BKM Masjid Al-Hadil Haq Terapkan Prokes
Berita berikutnyaHardiknas 2021 : Kepala TK/ PAUD Zamzam Fitriani SPd Raih Penghargaan