Batik asal Pematang Johar Berpotensi Jadi Produk Unggulan Daerah

202

garudaonline – Medan | Industri kerajinan berpotensi besar sebagai penggerak  ekonomi dan mendorong tumbuhnya wirausaha baru. Karena itu, perlu terus dikembangkan, sehingga mampu menyerap tenaga kerja yang bisa meningkatkan prekonomian masyarakat.

“Kabupaten Deliserdang kaya akan warisan budaya yang bisa dikembangkan menjadi indutri budaya. Potensi budaya ini bisa menjadi modal bagi ibu-ibu pengrajin batik untuk menjadi inspirasi dalam pembuatan motif  batik yang akan dihasilkan,” kata Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Nawal Lubis, Kamis (9/9/2021).

Menghadapi era globalisasi, kata Nawal, indutri kerajinan perlu terus berinovasi dan memiliki strategi indutri dengan membangun jejaring sumber daya lokal yang bisa dimanfaatkan bagi pelaku industri dengan memperkenalkan potensi sumber daya alam dan budaya.

“Pembatik bisa berinovasi menghasilkan batik menggunakan pewarna alami dan ikon daerah, seperti pohon mangrove. Saya yakin pembatik di sini telah banyak menggunakannya,” jelasnya.

Dekranasda Sumut, tambahnya, terus berupaya memfasilitasi pengrajin yang ada di Sumut untuk berkembang menjadi lebih kratif dan inovatif, sehingga mampu memiliki brand dan mengasilkan produk-produk yang disukai pasar.

“Ibu-ibu bisa melakukan inovasi dalam pembuatan batik, tidak saja digunakan sebagai pakaian, tetapi ada motif-motif tertentu bisa digunakan untuk tempat tisu, taplak meja, alas piring (place made), sehingga hasil batik Sumut akan lebih baik dengan produk lokal lainnya, walau tidak sama, minimal pengguna batik sudah percaya diri memakai produk batik hasil pengrajin Sumut,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Deliserdang Tengku M Zaki Aufa menjelaskan, di Desa Pematang Johar, saat ini pengrajin batik lebih banyak menghasilkan batik motif sawah

“Pemkab Deliserdang telah mendapatkan motif batik khas Kabupaten Deliserdang yakni motif pohon atau daun serdang dan motif daun siri. Daun serdang karena nama serdang itu berasal dari kerajaan serdang itu bermula dari pohon serdang, sedangkan motif daun siri, mengingatkan suku asli Kabupaten  Deliserdang adalah suku Melayu, suku Karo dan suku Simalungun, yang menjadi perlambang adat,” paparnya.

(Nor)

Berita sebelumya9.705 Warga Sumut Ikuti Vaksinasi Merdeka Polri
Berita berikutnyaProgram Suaka Rhino Sumatera Berlanjut, Simpang Jernih Akan Lebih Maju