Beda Nasib, Napi Lapas Tanjung Gusta yang Kendalikan Sabu 52,6 Kg Dihukum Mati, 5 Terdakwa Lain Seumur Hidup

145
Saat persidangan berlangsung

garudaonline – Medan | Khalif Raja (33) selaku narapidana (napi) Lapas Klas I Tanjung Gusta Medan, Khalif Raja (33) dihukum pidana mati. Warga Jalan Menteng Indah Medan Area ini terbukti mengendalikan narkotika jenis sabu seberat 52.613 gram (52,613 kg) dari balik jeruji besi.

“Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Khalif Raja dengan pidana mati,” tandas Hakim Ketua, Denny Lumban Tobing dalam sidang virtual di Ruang Cakra IX Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (22/9/2021).

Dalam pertimbangan majelis hakim, hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah untuk memberantas peredaran narkotika dan sudah pernah dihukum dengan perkara sama. Sedangkan hal yang meringankan, tidak ditemukan.

“Perbuatan terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika,” cetus hakim. Putusan ini sama dengan (conform) tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nurhayati Ulfia.

Menanggapi putusan tersebut, terdakwa Khalif Raja didampingi penasehat hukumnya menyatakan pikir-pikir apakah terima atau melakukan upaya hukum banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Medan.

Dalam perkara ini, lima terdakwa lain yakni Fadilla Fasha (37), Syahrudi (36), Dudiet Hary Utomo (32), Ahmad Andika Fiezza Siregar alias Ompit (35) dan Hendrikal (40) dihukum dengan seumur hidup penjara. Mereka dituntut JPU dengan pidana mati.

Dalam dakwaan JPU Nurhayati Ulfiah, pada Senin tanggal 28 Desember 2020 jam 11.00 WIB, terdakwa Khalif Raja selaku seorang napi di Lapas Klas I Tanjung Gusta Medan berkeinginan untuk melakukan peredaran gelap narkotika dibawah pengendaliannya.

Untuk mempermudah pekerjaan itu, Khalif Raja menunjuk beberapa orang yakni Heri (DPO) yang bertugas untuk menerima penyerahan sabu dari Jek (DPO) selaku penyedia.

“Serah terima sabu itu dilakukan di daerah Aceh Tamiang. Sedangkan yang memindahkan/mengangkut sabu dari Aceh Tamiang menuju Medan diserahkan kepada pihak lain yang ditunjuk oleh Khalif Raja,” ujar JPU.

Untuk penyimpanan dan pengedaran sabu di Medan, Khalif Raja menunjuk Ahmad Andika Fiezza Siregar sebagai orang yang bertugas untuk merekrut serta mengatur pembagian tugas beberapa orang.

Baik sebagai penerima sabu dari Heri maupun pemindahan/pengalihan, penyimpanan dan pendistribusian kepada beberapa pihak yang ditunjuk Khalif Raja.

“Sejak serah terima dari Jek di Aceh Tamiang sampai penyimpanan dan peredaran sabu, biayanya ditanggung oleh Khalif Raja dengan cara transfer,” ucap Nurhayati.

Setelah menerima pemberitahuan dari Jek, Heri bersiap untuk menerima penyerahan mobil Avanza BK 1463 AAC yang berisi sabu di Kuala Simpang pada Rumah Makan Samalangga Aceh Tamiang.

Kemudian, mobil tersebut dikemudiakan oleh Hendrikal menuju Medan secara beriringan di belakang mobil yang dikendarai Heri. Selanjutnya, Khalif Raja menghubungi Andika Fiezza Siregar untuk menjemput sabu.

Namun, Andika mengirimkan nomor telepon Syahrudi selaku orang yang bertugas menjemput sabu. Kemudian, Khalif Raja menelpon Syahrudi agar aktif berkomunikasi dengan Heri.

“Dengan ditemani Dudiet Harry Utomo, Syahrudi dan Heri sepakat bertemu di luar jalan Tol Tanjung Morawa. Sesampainya di tujuan, Hendrikal keluar dari dalam mobil untuk diserahkan kepada Syahrudi,” ucap JPU.

Lalu, Syahrudi mengemudikan mobil  menuju Perumahan Meher Palace Nomor 8D KelurahanHarjosari I Kecamatan Medan Amplas. Bersama dengan Fadilla Fasha, Syahrudi memindahkan dua karung sabu ke dalam kamar di lantai 2.

Saat dihitung, terdapat 50 bungkus sabu dan menunggu perintah selanjutnya dari Khalif Raja. Mengetahui pergerakan peredaran sabu itu, petugas Subdit II Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Mabes Polri langsung melakukan penangkapan terhadap Fadilla Fasha, Syahrudi dan Dudiet Harry Utomo.

“Ketika penggeledahan dilakukan di Perumahan Meher Palace Nomor 8D Kelurahan Harjo Sari I Kecamatan Medan Amplas, petugas menemukan 50 bungkus berisi sabu seberat 52.613 gram,” cetus Nurhayati.

Selanjutnya, petugas melakukan pengembangan dan menangkap Khalif Raha, Andika Fiezza Siregar dan Hendrikal di tempat terpisah.

(RD)

Berita sebelumyaGencar Laksanakan Vaksinasi, Kabupaten Asahan Turun Level
Berita berikutnyaPacari dan Lakukan Hubungan Intim dengan Anak di Bawah Umur, Oknum Mahasiswa Dituntut 12 Tahun