Berpotensi Rugikan Negara Rp 56 Miliar, Kejati Sumut Sita Lahan PT PSU

113

garudaonline – Medan | Berdasarkan adanya penetapan sita Nomor: 34/SIT/PIDSUS-TPK/PN.MDN, tanggal 2 Juni 2021 dari Pengadilan Tipikor Medan, penyidik Pidsus Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) melakukan penyitaan terhadap lahan PT Perkebunan Sumatera Utara (PSU), Selasa (29/6/2021).

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sumut, Sumanggar Siagian mengatakan, bahwa penyitaan lahan milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Sumut tersebut ditandai dengan pendirian plank pemberitahuan.

Tepatnya, di dua lokasi yang sama-sama berada di Kecamatan Lingga Bayu Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yakni Desa Simpang Koje seluas 106,06 ha areal bertanam dan areal yang belum bertanam seluas 1,8 ha.

“Lahan tersebut merupakan kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) dan bukan merupakan lokasi yang dapat dikelola oleh PT PSU. Lahan ini juga masuk dalam dugaan korupsi pada PT PSU tahun 2007-2019,” katanya kepada wartawan, Rabu (30/6/2021).

Meski begitu, Sumanggar belum memberikan informasi lebih rinci tentang apakah sudah ada yang ditetapkan sebagai tersangka atau belum dalam kasus tersebut.

Sebelumnya, Kepala Kejati Sumut saat itu, Amir Yanto mengakui pihaknya mengusut kasus dugaan korupsi di PT PSU. Dugaan sementara, kasus korupsi di BUMD tersebut berpotensi merugikan negara sebesar Rp 56 miliar. (RD)

Berita sebelumyaSambut HUT Bhayangkara, Sat Narkoba Polres Labuhanbatu Gelar Baksos di Rantau Selatan
Berita berikutnyaPanit 2 Lantas Polsek Medan Kota Peduli Anak Tidak Pakai Masker