Bersama Manulife, Bijak Mengelola Keuangan Tepis Kekhawatiran Akan Masa Depan

215
Bersama Manulife, Bijak Mengelola Keuangan Tepis Kekhawatiran Akan Masa Depan

garudaonline – Medan | Pandemi covid-19 membuktikan bahwa perang bukan satu-satunya faktor yang dapat meluluh lantakkan sebuah negara.

Musuh yang tak kasat mata ini menunjukkan ‘power’, mampu menyerang di segala lini seperti pada sektor kesehatan, sosial dan ekonomi.

Bahkan sektor pariwisata yang tadinya diharapkan mampu membawa negara keluar dari jerat pagebluk, ternyata malah menjadi sektor yang lebih dulu tumbang.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang pada saat itu dipimpin oleh Wishnutama Kusubandio, memprediksi devisa dari sektor pariwisata anjlok hingga 50 persen akibat pandemi.

Ia memperkirakan jumlah kunjungan wisatawan tahun ini hanya 5 juta kunjungan dari tahun lalu mencapai 16 juta wisatawan.

Bayangkan jika institusi sebesar negara yang notabene merangkum sederet persiapan menghadapi bencana serta memiliki sistem pengelolaan anggaran cukup rapi bisa hancur lebur dihantam pandemi, lantas bagaimana pula dengan kita? Bagaimana kita bisa bertahan dari marathon panjang covid-19 yang seolah tak menyediakan garis finis?

Betul bahwa pemerintah sudah berupaya menganggarkan beragam stimulus berupa bantuan tunai dan non tunai (dalam bentuk sembako) untuk meminimalisir dampak Covid-19 dan meningkatkan daya beli masyarakat.

Namun bantuan dari pemerintah tidak bisa selamanya jadi tempat bergantung mengingat pemerintah akan mengurangi stimulus pada 2021.

Belajar dari kisruh pandemi covid-19, inilah alasan mengapa kita wajib merencanakan keuangan jauh-jauh hari dan mengelolanya dengan bijak. Sebab bukan tak mungkin kasus serupa akan kembali menerpa kita nantinya.

Artinya, kehadiran covid-19 yang tiba-tiba kemudian secepat kilat mewabah, menasbihkan bahwa masa depan penuh dengan ketidakpasatian, hari esok tidak dapat diprediksi.

Kendati masih ada risiko ketidakpastian dan kegamangan tentang masa depan, setidaknya kita memiliki pondasi yang kuat untuk pulih, tumbuh dan menapak.

Sedikitnya ada tiga alasan mengapa mengelola keuangan itu sangat penting, yakni:

1. Belajar Hemat

Hemat bukan berarti pelit, melainkan suatu upaya mendidik diri agar piawai mengatur lalu lintas keuangan.

Tujuannya agar kita tahu apa saja yang dihasilkan dan apa saja yang dibelanjakan setiap bulannya.

Ketika pertama kali membuat perencanaan keuangan (financial planner), agaknya kita akan kaget karena ternyata banyak sekali kebocoran di sana sini yang pada dasarnya tidak begitu penting.

Maka, dengan mengatur keuangan secara cermat kita bisa melakukan penghematan dengan baik.

2. Persiapan Dana Darurat dan Antisipasi Masa Depan Tanpa Kehawatiran

Dilansir dari laman Manulife.co.id, dana darurat adalah sejumlah yang akan digunakan dalam keadaan darurat.

Besaran kebutuhan dana darurat berbeda-beda, namun secara umum minimal disisihkan 3-6 kali pengeluaran bulanan.

Bagi kepala keluarga, kebutuhan dana darurat tentunya lebih besar dan tergantung pula pada jumlah anggota keluarga.

Contohnya untuk keluarga kecil yang mempunyai 1-2 anak, besaran yang dibutuhkan kira-kira 6-9 kali pengeluaran bulanan; sementara untuk keluarga besar yang memiliki lebih dari 3 anak atau tanggungan lainnya, besaran dana darurat yang diperlukan berkisar antara 10-12 kali pengeluaran bulanan.

Seperti halnya kehadiran pandemi covid-19 yang tak bisa diprediksi, kita juga tentu tak bisa meramal apa yang akan terjadi di kemudian hari.

Kita tidak tahu apa saja yang kita butuhkan di masa mendatang termasuk urusan finansial.

Sebab itu memiliki persiapan dana darurat merupakan keniscayaan. Seperti kata pepatah, sedia payung sebelum hujan.

Dengan mengatur keuangan atau memiliki perencanaan keuangan yang baik maka kita bisa menyisihkan penghasilan kita untuk dana darurat atau dana siaga. Sehingga ke depannya jika kita membutuhkan dana tersebut, kita sudah memilikinya.

Misalnya saja tiba-tiba ada anggota keluarga yang jatuh sakit, maka kita bisa menggunakan dana darurat atau dana siaga untuk membiayainya, sehingga mengeluarkan uang terasa agak ringan.

Terkait dana darurat untuk keperluan kesehatan, Manulife sebagai pemain utama dalam industri asuransi jiwa dan kesehatan memberikan solusi yakni MiUltimate Healthcare.

Produk asuransi ini memberikan perlindungan kesehatan hingga tertanggung beruia 110 tahun atau hingga tanggungan anak berusia 25 tahun.

Adapun keutamaannya ialah:

1. Pembayaran Manfaat As Charged: Pembayaran manfaat sesuai tagihan (as charged) dengan limit tahunan, dan plan yang dipilih pada Tabel Manfaat Perawatan Rawat Inap.

2. Manfaat Penggantian Biaya Rumah Sakit: Manfaat Penggantian Biaya Rumah Sakit sesuai dengan yang tercantum pada Tabel Manfaat Perawatan Rawat Inap, baik karena sakit maupun kecelakaan.

3. Biaya Kamar di Luar Negeri: Memberikan manfaat biaya kamar sebesar 3x lipat dari plan yang dipilih bila dirawat di luar negeri (seluruh dunia kecuali Amerika Serikat).

4. Serta Limit Tahunan Tambahan untuk Penyakit Kritis: Memberikan limit tahunan tambahan bila Tertanggung menderita sakit kritis seperti kanker, serangan jantung, gagal ginjal atau transplantasi organ.

Adapun mengelola keuangan sejak dini cukup penting agar kita bisa menyimpan uang atau menabung untuk kenyamanan hidup di masa depan. Layaknya dana pensiuan yang dapat menjamin hari tua kita kelak.

3. Jadi Motivasi untuk Menabung dan Berinvestasi

Uang yang tidak dikelola dengan baik akan berakhir pada godaan diskon akhir tahun ataupun terperangkap jerat belanja online.

Sebab itu jika ingin memiliki uang kapan saja, kuncinya adalah menabung. Akan tetapi jika tak bisa mengatur keuangan dengan baik, tentu saja menabung menjadi suatu hal yang menyebalkan.

Cara mudah agar memiliki motivasi untuk menabung adalah dengan mengatur keuangan sejak dini.

Ketika mengatur keuangan dengan baik maka kita bisa menyisihkan sebagian uang untuk ditabung.

Begitupun jika ingin melakukan investasi, tentu saja sebelumnya kita harus memiliki uang sebagai modal awal.

Ketika uang tabungan sudah tersedia, maka berinvestasi akan semakin mudah, ditambah lagi beragam produk investasi yang ditawarkan di luar sana bisa anda pilih. Salah satunya adalah Manulife Invesment Protector (MIP).

Selain memberikan potensi hasil investasi dan sederet keuntungan lainnya, MIP juga menawarkan Manfaat asuransi tambahan berupa perlindungan 56 penyakit kritis, kecelakaan, dan/atau jiwa.

(Farida Noris)

Berita sebelumyaFORKI Kota Medan Bertekad Lanjutkan Tradisi Raih Medali di Pekan Olahraga Nasional
Berita berikutnyaPolres Asahan Kukuhkan 22 Tenaga Vaksinator