BI Sumut Siapkan Kebutuhan Uang Kartal Rp2,6 Triliun Selama Ramadan

189
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Soekowardojo

garudaonline – Medan | Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara (KPw BI Sumut) memproyeksikan di tahun 2021 penarikan uang dalam rangka kebutuhan Ramadan dan Idul Fitri 1442 H di Sumut berkisar Rp2,6 triliun.

KPw BI Sumut dan Perbankan berupaya memberikan layanan pemenuhan uang dalam jumlah nominal yang cukup, pecahan yang sesuai dan dalam kondisi layak edar.

“Pada masa pandemi Covid-19 tahun 2020 serapan uang pecahan kecil mengalami penurunan yang signifikan sekitar 92% (yoy) atau sekitar Rp2,5 triliun. Pada masa pandemi Covid-19 di tahun 2021 proyeksi penarikan uang dalam rangka kebutuhan Ramadan dan Idul Fitri 1442 H berkisar Rp2,6 triliun atau naik sekitar 4% (yoy),” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Soekowardojo, Kamis (8/4).

Soekowardojo menyebutkan di masa pandemi Covid-19 saat ini, layanan perbankan kepada masyarakat mengalami keterbatasan untuk berinteraksi langsung. Selain itu KPw BI Sumut dan Perbankan telah mempersiapkan strategi khusus untuk memenuhi kebutuhan uang kartal selama Ramadan dan Idul Fitri 1442 H ke daerah yang dikategorikan 3T (Terdepan, Terluar dan Terpencil)

“Strategi yang dilakukan Bank Indonesia memenuhi uang kartal selama Ramadan dan Idul Fitri 1442 H ke daerah yang dikategorikan 3T yakni dengan cara melakukan kas keliling secara Wholesale bekerjasama dengan Perbarindo / BPR, Kantor Pos dan Pegadaian serta perbankan yang beroperasional di daerah 3T,” urainya.

Di sisi lain, tambah Soekowardojo, KPw BI Sumut juga memberi kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat apabila akan melakukan penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan ke 75 tahun NKRI (UPK-75) sebanyak maksimum 100 lembar per KTP tiap hari dan dapat menukar kembali pada hari berikutnya.

“BI juga bekerjasama dengan perbankan untuk memfasilitasi nasabahnya sehingga masyarakat yang jauh dari Kantor Bank Indonesia dapat dengan mudah mendapatkan UPK-75,” jelasnya.

Menurut Soekowardojo dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 22/11/PBV/2020 tentang Pengeluaran Uang Rupiah Khusus, UPK-75 sejak diterbitkan merupakan alat pembayaran yang sah di seluruh wilayah NKRI, dapat dipergunakan sebagai alat pembayaran sebagaimana uang Rupiah lainnya dapat untuk berbelanja, dan untuk bertransaksi lainnya di samping untuk disimpan sebagai koleksi.

“Kami juga mengapresiasi 5 bank yang melakukan penukaran UPK-75 relatif banyak untuk memfasilitasi nasabahnya mendapatkan penukaran UPK-75 pada periode 18 Agustus 2020 hingga Maret 2021. Kelima bank tersebut adalah Mandiri sebanyak 135.366 lembar, Bank Mestika 69.960 lembar, BCA 63.850 lembar, Danamon 39.119 lembar dan Mayapada sebanyak 10.246 lembar. Kami mendorong perbankan lainnya untuk dapat menyediakan layanan penukaran UPK-75 kepada nasabahnya,” pungkasnya.

(nor)

Berita sebelumyaSukseskan Food Estate Humbahas, PLN Pastikan Keandalan Listrik yang Mumpuni
Berita berikutnyaKapoldasu Dampingi Kalemdiklat Polri dan Danjen Akademi TNI Tinjau Satlat Macan Latsitardanus XLI di Simalungun