Bisnis Game Slot di Kamboja Didominasi Pekerja Asal Indonesia

1343

garudaonline – Medan l Kamboja terkenal dengan surga judi. Di negara itu, bisnis judi memang dilegalkan karena termasuk dalam meningkatkan pendapatan negara. Mayoritas pekerja di bisnis ini ternyata berasal dari Indonesia hingga Malaysia.

Salah seorang pekerja Game Slot Paris88, RG mengaku terpaksa mencari peruntungan di Kamboja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Pria asal Medan ini memutuskan bekerja di tempat tersebut pada 2021 silam.

“Karena gaji yang lebih besar dari penghasilan di kampung kami sendiri. Banyak bonus dan fasilitas yang kami peroleh selama kami bekerja dengan baik di perusahaan tempat kami bekerja,” ujarnya.

RG mengaku diajak temannya yang juga berasal dari Indonesia. Tak hanya itu, tambah RG, ribuan pekerja asal Indonesia mau tak mau bekerja di bisnis tersebut karena cukup menjanjikan.

“Untuk WNI saya kira hampir sepuluh ribuan, lain lagi dari negara lainnya. Bekerja di sini karena penghasilannya lebih besar. Jadi memang saya banyak bertemu dengan orang asal Indonesia bekerja di game slot ini,” terangnya.

RG pun tak menampik karena game slot legal di Kamboja sehingga dimanfaatkan oleh para pekerja yang berbagai negara untuk mencari peruntungan.

“Memang banyak yang mempergunakan peluang bekerja di negara Kamboja dengan regulasi peraturan Pemerintah Kamboja yang saling menguntungkan,” ungkapnya.

Tak semata mata game slot, pekerja dari Indonesia juga mendominasi sektor lainnya seperti bekerja di rumah makan, bengkel, salon, hingga money changer.

“Tapi mayoritas lokasi yang disediakan Pemerintahan Negara Kamboja adalah tempat permainan seperti game slot online,” sebutnya.

Sementara itu, EH (42) mantan pengusaha Game Slot Online mengatakan bahwa WNI dan pekerja dari Asia cukup mendominasi bekerja di perusahan game slot online di Kamboja.

“Sebagian lagi mereka bekerja di restoran, money changer, bengkel mobil, salon dan yang paling besar bekerja di perusahaan game slot online. Mayoritas usaha itu dikelola pengusaha Tiongkok dan Indonesia,” pungkas EH.

Menurut EH banyak tenaga kerja dari Indonesia yang datang ke Kamboja hanya untuk mengadu nasib memperbaiki perekonomian mereka. Gaji besar, fasilitas dan bonus adalah sebagai penarik para pekerja untuk mengadu nasib di Kamboja

“Penipuan pekerja memang ada terjadi. Karena itu, perusahaan seperti ini juga sudah mulai diberantas, karena Pemerintah Kamboja merasa tidak nyaman dengan adanya perusahaan penipuan online yang kerap menimbulkan banyak permasalahan dengan negara lain,” ungkap EH. (Nor)

Berita sebelumyaIni Arahan Wakapolrestabes pada Apel Pagi ke Anggota
Berita berikutnyaKapolrestabes Medan Hadiri Pengukuhan Guru Besa USU