Buat KTP Elektronik dan KK Palsu, Tiga Terdakwa Jalani Sidang

151
Terdakwa di sidanng di PN Medan. (Ist)
Terdakwa di sidanng di PN Medan. (Ist)

garudaonline – Medan | Didakwa telah membuat Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik palsu, tiga terdakwa yakni Rizal Dasuki, Indra Purnama dan Haris Tamimin menjalani sidang di Ruang Cakra III Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (18/5/2021).

Di hadapan Hakim Ketua, Ali Tarigan, ketiga terdakwa mengaku meraup keuntungan ratusan ribu rupiah sekali cetak dokumen palsu, baik itu KTP Elektronik maupun KK.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Indra Zamachsyari, pada 19 Maret 2020, pihak kepolisian mendapat informasi tentang ‘jaringan’ pembuat KK dan KTP Elektronik Palsu.

Dari informasi dan petunjuk tersebut, polisi melakukan penyelidikan dengan cara mendatangi target orang yang disebut sebagai ‘jaringan’ tersebut yaitu terdakwa Rizal Dasuki.

“Polisi berhasil menangkap terdakwa Rizal di depan Kantor Pos Pusat Medan dengan barang bukti satu lembar KK palsu dan satu lembar KTP Elektronik palsu,” ujar JPU.

Ketiga diinterogasi, terdakwa Rizal mengaku bahwa pada Senin tanggal 9 Maret 2020, Jhon (DPO) memesan KTP dan KK. Pada 12 Maret 2020, Jhon datang ke rumah terdakwa Rizal serta memberikan data Identitas seseorang bernama Supriadi untuk pembuatan KTP dan KK.

Terdakwa Rizal mengatakan, untuk pembuatan KTP Elektonik dan KK palsu itu dikenakan biaya Rp 650 ribu. “Jhon memberikan kepada terdakwa Rizal uang panjar Rp 300 ribu, dengan kesepakatan apabila barang sudah selesai dibuat, akan dibayarkan sisanya,” cetus Indra.

Selanjutnya, terdakwa Rizal menyuruh terdakwa Haris Tamimin selaku kepala cabang perusahaan penyalur tenaga kerja, untuk datang ke rumah. Pada Jumat tanggal 13 Maret 2020, Rizal memberikan uang kepada Haris sebanyak Rp 400 ribu.

Rizal meminta Haris untuk menyerahkan berkas itu ke terdakwa Indra. Pada Kamis 19 Maret 2020, saat Rizal sedang berada di rumah, Haris menelponnya dan mengabari bahwa barang sudah selesai.

“Lalu, Haris menyerahkan KTP Elektronik dan KK palsu yang dibungkus dengan menggunakan amplop warna coklat kepada Rizal,” ucap JPU dari Kejatisu tersebut.

Kemudian, Rizal menelpon Jhon dan mereka sepakat bertemu di Kantor Pos Pusat dekat Lapangan Merdeka Medan. Setelah sampai di lokasi, tidak berapa lama Rizal ditangkap oleh polisi. Sedangkan Haris dan Indra diciduk setelah dilakukan pengembangan.

“Perbuatan ketiga terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 263 ayat (1) jo Pasal 55 ayat (1) KUHPidana,” pungkas Indra. (RD)

Berita sebelumyaPolda Sumut Tahan Oknum Kepala SD Diduga Cabuli Murid
Berita berikutnyaDituntut 4 Bulan Penjara, Jaksa Nilai Julianna Phan dan Putra Martono Terbukti Berzinah