Bunuh Bapak Kos, Tiga Pria asal Nias Dituntut Hukuman Seumur Hidup

471
Para terdakwa saat menjalani sidang virtual

garudaonline – Medan | Jaksa Penuntut Umum (JPU) Elisabeth Panjaitan dan Nur Fransiska Rajagukguk menuntut tiga pria asal Kabupaten Nias yakni Faonasekhi Zamago, Aperseven Zalukhu serta Bezisokhi Zalukhu selama seumur hidup penjara.

Ketiganya dinilai terbukti melakukan pembunuhan dengan berencana terhadap korban, Djie Gon Gunawan alias Acek (74) selaku bapak kos-kosan di Jalan Merbabu, Kecamatan Medan Kota.

“Meminta supaya majelis hakim menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada ketiga terdakwa masing-masing selama seumur hidup,” ujar JPU dalam sidang virtual di Ruang Cakra IX Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (8/9/2021).

Dalam nota tuntutan JPU dari Kejari Medan itu, perbuatan ketiga terdakwa melakukan pembunuhan yang direncanakan dengan matang terlebih dahulu terhadap korban. Sedangkan yang meringankan tidak ada sama sekali.

“Perbuatan ketiga terdakwa terbukti melanggar Pasal 340 KUHPidana jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana,” cetus JPU. Usai mendengarkan tuntutan, Hakim Ketua, Denny Lumban Tobing menunda sidang hingga pekan depan dengan agenda pembelaan (pledoi).

Dalam dakwaan JPU Elisabeth Panjaitan dan Nur Fransiska, terdakwa Faonasekhi Zamago bertemu Bezisokhi Zalukhu dan Aperseven Zalukhu di lantai 3 depan kamar kos. Mereka membicarakan bahwa Zamago akan dikeluarkan dari kosan karena belum bayar 3 bulan.

Zamago kebingungan mencari uang menutupi sewa kamar kos. “Tunggakan serupa juga dialami Bezisokhu. Saat itu, Zamago mengajak kedua terdakwa lain untuk merencanakan pembunuhan terhadap Djie Gon Gunawan (korban),” ujar JPU.

Enam hari kemudian sekitar jam 22.00 WIB, Zamago mulai melakukan rencana yang telah disepakati dengan kedua temannya. Zamago pun mendatangi kamar korban yang berada di lantai satu untuk berpura-pura membeli rokok. Ketika menyerahkan rokok, Zamago langsung menendang punggung korban.

“Lalu, Zamago mengantukkan batu ke kepala bagian belakang korban dan menyeretnya ke tempat tidur dengan posisi tubuh terlentang. Selanjutnya, Zamago naik ke lantai 3 dan memanggil kedua terdakwa lain. Mereka kembali memukuli kepala beserta wajah korban dengan tangan dan batu,” cetus Elisabeth.

Saat mereka masih memegang korban, tiba-tiba Alwi datang hendak membeli air minum. Alwi terkejut melihat ketiga terdakwa dan tak jadi membeli. Ketiga terdakwa langsung kabur meninggalkan rumah kos korban. Para terdakwa berhasil dibekuk tim Satreskrim Polrestabes Medan pada tanggal 9 Maret 2021.

(RD)

Berita sebelumyaTerancam 15 Tahun, Dua Dokter dan Satu Sipil Didakwa Jual Beli Vaksin Ilegal
Berita berikutnyaWali Kota Amir Hamzah Hadiri Wisuda PTKU MUI Binjai Angkatan II