Bupati Langkat Imbau Masyarakat Ikut Vaksinasi Sampai Dosis Kedua

192
Bupati Langkat Terbit Rencana PA

garudaonline-Langkat | Bupati Langkat Terbit Rencana PA terus mengimbau masyarakatnya untuk mengikuti vaksinasi hingga dosis kedua (II).

“Mari bersama kita menjadi peserta vaksin, serta mengikuti vaksinasi hingga dosis kedua,”imbau Bupati, di kediaman pribadi Desa Raja Tengah, Kecamatan Kuala, Selasa (29/6/2021).

Bagi masyarakat yang sudah menjadi peserta vaksin, kata Bupati, wajib mengikuti vaksinasi. Hal ini berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia No 14 Tahun 2021, tentang pengadaan vaksin dan pelaksanaan vaksin dalam rangka penanggulangan pandemi Covid-19 .

Disebutkan, pada Pasal 13A (4) berbunyi, setiap orang yang telah ditetapkan sasaran penerima vaksin Covid-19 yang tidak mengikuti vaksinasi dikenakan sanksi administratif berupa;

Pertama, penundaan atau penghentian pemberian jaminan sosial atau bantuan sosial. Kedua, penundaan atau penghentian layanan administrasi pemerintah dan/atau Ketiga denda.

Ia juga menjelaskan, vaksinasi bertujuan untuk menghentikan penyebaran Covid-19. Hilangnya pandemi ini, akan membuat kehidupan kembali normal serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi kerakyatan.

“Jadi vaksinasi ini demi keselamatan dan kebaikan kehidupan bersama,” ujar Bupati Terbit Rencana PA.

Terpisah, Jubir Covid-19 dr Azhar Zulkifly menjelaskan, dari data per 28 Juni 2021, Langkat telah memvaksin 43.780 orang.

Terdiri dari tenaga kesehatan 3.885 peserta, pelayanan publik 24.803 peserta, Lansia 4.248 peserta, masyarakat rentan 5.647 peserta dan masyarakat umum 5.197 peserta.

“Peserta vaksin tersebut, termasuk vaksinasi yang diselenggarakan Polres bersama Pemkab Langkat,” terangnya.

Ia juga menegaskan, vaksin yang dipakai hingga saat ini masih bermerk Sinovac, yang keamanan dan kehalalannya sudah teruji.

Sebab, sudah melalui serangkaian tahap pengujian secara klinis fase III oleh pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI dan Kemenkes RI, dinyatakan aman untuk digunakan.

Kehalalannya, juga sudah teruji secara klinis oleh MUI Pusat. Melalui Fatwa MUI No 02/ 2021 tentang Produk Vaksin Covid-19 dari Sinovac Life Science Co. LTD China dan PT Bio Farma (Persero), MUI menyatakan vaksin tersebut hukumnya suci dan halal.

Sebelumnya, Plt Kadis Kesehatan Langkat dr Juliana menjelaskan, vaksinasi diberikan dua dosis atau dua tahap kepada setiap orang.

Sebab, inkubasi vaksin pertama, hanya membentuk 50 persen anti bodi. Jadi vaksinasi tahap dua, untuk membentuk anti bodinya 100 persen. (SLM)

Berita sebelumyaPolres Binjai Buka Posko Kampung Tangguh Anti Narkoba
Berita berikutnyaDinas Kesehatan Binjai Gelar Kampanye Vaksinasi