Buruh Desak Polisi Usut Perbudakan di Rumah Bupati Langkat

131
Buruh desak polisi usut perbudakan di rumah Bupati Langkat. (Ist)
Buruh desak polisi usut perbudakan di rumah Bupati Langkat. (Ist)

garudaonline – Medan l Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Provinsi Sumatera Utara (FSPMI Sumut), Willy Agus Utomo mengecam keras dugaan perbudakan modern yang dilakukan Bupati Langkat, Terbit Rencana Peranginangin.

Pasalnya di rumah pribadi politisi Golkar itu ditemukan kerangkeng yang diduga untuk menghukum buruh perkebunan kelapa sawit miliknya.

“Jika hal itu benar, maka kami sangat mengutuk keras perbuatan yang tidak berprikemanusiaan itu, dan kami minta agar kepolisian segera mengusut kasus ini, apa alasannya Bupati Langkat punya penjara khusus buruhnya ini,” ucap Willy Agus Utomo, Senin (24/1/2022).

Willy mengatakan, perbuatan itu sangat melanggar UU Ketenagakerjaan, Konvensi ILO (Organisasi Perburuhan Internasional) dan melanggar Hak Azasi Manusia (HAM), dimana menurutnya cara-cara seperti ini melebihi perbuatan kolonial penjajahan terhadap para buruh perkebunan.

“Organisasi kami juga memiliki anggota buruh perkebunan di Sumatera Utara, ada sekira 20 perusahan perkebunan, tidak pernah mendapatkan kasus seperti itu, itu sangat kejam jika benar,” ketus Willy yang juga merupakan ketua Partai Buruh Sumatera Utara ini.

Willy berharap, pihak kepolisian segera mengusut tuntas dan mengabarkan ke publik tentang status penjara buruh milik Bupati Langkat tersebut.

“Pihak kepolisian harus segara kesana, karena diinfokan pada saat ditangkap KPK, ada sejumlah buruh yang sedang ditahan dan diduga disiksa dalam penjara tersebut, mereka harus segera dibebaskan,” ucap Willy.

Sebelumnya, saat petugas KPK melakukan penggeledahan, ditemukan ada penjara khusus yang dibuat Terbit Rencana Peranginangin untuk diduga menyiksa pekerja perkebunan sawit miliknya.

Menurut penyintas dari Migrant Care, dari informasi yang mereka terima, penjara khusus itu berada di belakang rumah Terbit Rencana Peranginangin. Ketika KPK menggeledah rumah Ketua DPD Golkar Kabupaten Langkat itu, ditemukan sejumlah pekerja perkebunan sawit tengah ditahan. (Nor)

Berita sebelumyaMendagri Ungkap Penyebab Utama Kasus Korupsi Masih Sering Terjadi
Berita berikutnyaDitodong Keroyok OTK, Sopir Mobil Gendong Jadi Korban Curas