Buruh Kecewa UMP di Sumut Hanya Naik Rp23 Ribu

130
Foto: Ilustrasi (istimewa)

garudaonline – Medan | Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Provinsi Sumatera Utara (FSPMI Sumut), Willy kecewa atas penetapan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumatera Utara yang hanya sekitar Rp23 ribu, atau naik sekitar 1 persen saja untuk tahun 2022 mendatang.

“Kita ambil lagi contoh UMK Medan tahun 2021 kemarin sebesar Rp3.329.867 kalau 1 persen berarti kenaikan hanya kurang lebih Rp33 ribu, juga tidak sampai dua ribu rupiah per hari, sedang kita semua bayar parkir motor saja dua ribu setiap hari bahkan bisa berkali kali dalam sehari, ini sangat terlalu, dan miris nasib kaum buruh saat ini,” kata Willy, Sabtu (20/11/2021)

Willy juga mengatakan, kenaikan yang minim tersebut sebagai bentuk Gubernur Sumut Edy Rahmayadi diskriminasi terhadap buruh, bahkan tidak peka dan peduli terhadap buruh.

“Tahun kemarin (2021) UMP dan UMK se Sumut tidak naik, ia bilang prihatin sama pengusaha, padahal inflasi dan pertumbuhan ekonomi pada tahun lalu sekitar 6%, kini giliran buruh sudah susah karena tidak naik gajinya, malah tetap mengabaikan tuntutan buruh,” ucap ketua Partai Buruh Sumut ini.

Willy juga mengancam akan menggelar aksi besar besaran atas kenaikan UMP Sumut, bahkan sedang menyiapkan aksi mogok secara nasional.

“Kita akan siapkan aksi, kita protes tegas atas kenaikan yang sangat menyakiti hati buruh, kami serikat pekerja serikat buruh yang ada di Sumut akan bersatu untuk menggelar aksi bersama, bahkan awal Desember nanti kami akan melakukan mogok kerja nasional, sekali lagi kami menolak kaniakan UMP Sumut, dan menuntut kenaikan 7 – 10 %” tegas Willy.

(Nor)

Berita sebelumyaKPPU Kanwil I Tangani 43 Laporan Praktik Monopoli Tender
Berita berikutnyaVideo Mapping Gedung Warenhuis Memukau Pengunjung